Akurat

Aurelie Moeremans Dapat Ancaman dan Fitnah Usai Rilis Buku Broken Strings, Tetap Teguh Dukung Penyintas

Ratu Tiara | 29 Oktober 2025, 06:52 WIB
Aurelie Moeremans Dapat Ancaman dan Fitnah Usai Rilis Buku Broken Strings, Tetap Teguh Dukung Penyintas

AKURAT.CO, Aktris sekaligus penulis Aurelie Moeremans tengah menjadi sorotan usai mengungkap pengalaman pahit yang dia alami setelah menerbitkan buku perdananya berjudul Broken Strings.

Melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya, Aurelie membagikan curahan hatinya tentang besarnya dampak buku tersebut, sekaligus tekanan dan ancaman yang kini harus dia hadapi.

Dalam tulisannya, Aurelie menceritakan bahwa setiap hari dia menerima pesan dari berbagai kalangan mulai dari penyintas kekerasan, orang tua, guru, hingga anak muda yang merasa kehilangan arah.

Baca Juga: 10 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi Setiap Hari, Kementerian PPPA: Kami Tak Mau Hanya Jadi Pemadam Kebakaran!

Banyak dari mereka menyatakan bahwa kisah Broken Strings memberi kekuatan dan bahkan menyelamatkan hidup mereka.

“Banyak yang bilang buku aku Broken Strings nyelametin hidup mereka. Dan itu yang bikin semua perjuangan ini terasa berarti,” tulis Aurelie dikutip dari akun @aurelie, Selasa (28/10/2025).

Namun di balik dukungan besar yang dia terima, Aurelie juga harus menghadapi sisi gelap dari keputusannya untuk bersuara. Dirinya mengaku menerima ancaman, fitnah, serta hujatan dari sosok yang sama yang pernah memperdayainya ketika dia masih berusia 15 tahun.

“Walaupun setelah bukunya rilis aku diancam, difitnah, dan dihujat oleh orang yang dulu memperdaya aku waktu aku masih 15 tahun,” ungkapnya.

“Ironisnya, orang yang sama juga mengancam perempuan-perempuan yang berani mendukung aku,” tambahnya.

Meski menghadapi intimidasi, Aurelie tetap memilih untuk melihat perjalanannya dari sisi positif. Dia merasa bahwa luka masa lalunya kini berubah menjadi sumber kekuatan dan cahaya bagi banyak orang yang pernah mengalami hal serupa.

“Kalau luka yang dulu disebut aib bisa berubah jadi cahaya buat orang lain, maka semua rasa sakit yang pernah aku alami, enggak sia-sia,” ucapnya.

Di akhir pesannya, Aurelie mengucapkan terima kasih kepada para pembaca yang telah ikut merasakan, menangis, marah, dan sembuh bersama kisahnya. Dia pun menegaskan komitmennya untuk terus bersuara bagi para penyintas yang belum berani angkat suara.

“Selama masih ada satu orang aja yang tersentuh, suaraku enggak akan padam,” tutupnya.

Baca Juga: Aurelie Moeremans Unggah Foto Galau, Warganet Semprot Sang Kekasih

Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans menjadi simbol keberanian untuk menyuarakan luka dan penyembuhan. Meski menghadapi ancaman dan fitnah, Aurelie membuktikan bahwa suaranya justru menjadi kekuatan baru bagi banyak orang yang berjuang keluar dari trauma masa lalu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R