Akurat

Biodata dan Agama Jennifer Coppen, 'Mamari' yang Tangguh, Positif, dan Disayang Netizen

Eko Krisyanto | 26 Juni 2025, 16:59 WIB
Biodata dan Agama Jennifer Coppen, 'Mamari' yang Tangguh, Positif, dan Disayang Netizen
 
AKURAT.CO Jennifer Rochelle Coppen, atau lebih dikenal sebagai Jennifer Coppen, bukan hanya dikenal sebagai aktris berbakat Tanah Air. Lahir di Denpasar, 20 Juli 2001, Jennifer adalah sosok yang merepresentasikan generasi muda yang percaya diri, ceria, dan terbuka dalam menjalani kehidupan, baik secara profesional maupun spiritual.
 
Di balik senyumnya yang menular dan gaya bicara yang ceplas-ceplos namun hangat, Jennifer memiliki keteguhan hati yang luar biasa. Meski tumbuh di lingkungan multikultural Bali, Jennifer dengan tulus mengakui bahwa dirinya seorang Muslim, dan sedang dalam proses mendalami agama yang dia yakini. Dia pernah mengenakan hijab dalam sebuah konten bersama konten kreator asal Malaysia sebagai bentuk penghormatan, namun justru disalapahami oleh sebagian warganet. Meski begitu, Jennifer memilih untuk tidak tenggelam dalam kontroversi, dan tetap melangkah dengan kepala tegak sebuah bukti bahwa ia tak hanya kuat, tapi juga bijak.
 

Kilau Karier di Dunia Hiburan

Debut di dunia hiburan sejak 2016 lewat sinetron Romeo & Juminten, Jennifer langsung mencuri perhatian. Selanjutnya, dia tampil di berbagai judul seperti Nacita, Rohaya & Anwar: Kecil-Kecil Jadi Manten, hingga layar lebar melalui Generasi Micin vs Kevin dan Habibie & Ainun 3.
 
Tak hanya jago akting, Jennifer juga aktif di dunia modeling dan media sosial. Lewat kontennya yang jenaka dan penuh semangat, dia sukses membangun citra sebagai publik figur yang relatable dan menyenangkan. Karakter jenaka dan spontan khas Jennifer ini membuatnya disukai banyak kalangan, dari remaja hingga para ibu muda.

Mamari: Sosok Ibu Muda yang Dewasa, Seru, dan Penuh Cinta

Kini, dunia mengenalnya bukan hanya sebagai aktris, tapi juga sebagai Mamari panggilan sayang dari netizen setelah dia melahirkan putri kecilnya, Kamari Sky Wassink, pada 28 Agustus 2024. Sosok Jennifer sebagai ibu muda menunjukkan sisi yang sangat hangat, dewasa, dan penuh kasih sayang.
 
Meski duka sempat menyelimuti hidupnya saat sang suami, Dali Wassink, meninggal dunia pada Juli 2024, Jennifer memilih untuk tetap kuat. Dia bangkit bukan hanya demi dirinya sendiri, tapi juga demi Kamari yang kini menjadi pusat semestanya.
 
Di media sosial, Jennifer kerap membagikan momen lucu dan menggemaskan bersama sang buah hati. Interaksi mereka yang seru dan penuh kehangatan membuat banyak orang merasa terinspirasi dan terhibur.
 
Jennifer berhasil menunjukkan bahwa menjadi ibu muda bisa tetap menyenagkan, penuh tawa, dan penuh cinta tanpa kehilangan jati diri.

Harmoni Keyakinan dan Lingkungan Multikultural

Tinggal di Bali, Jennifer sangat menghormati tradisi dan budaya lokal. Dia hidup berdampingan dengan masyarakat Hindu tanpa mengorbankan keyakinannya. Saat menggelar syukuran rumah barunya, Jennifer tetap menunjukkan rasa syukurnya kepada Tuhan, meski sempat menuai komentar dari netizen. Dia menjelaskan dengan tenang dan bijak bahwa bentuk syukur tak harus selalu sama, namun harus berangkat dari ketulusan hati.
 
Jennifer percaya bahwa menjalani hidup dengan positif dan menghargai perbedaan adalah kunci menjadi manusia seutuhnya. Pesan ini pula yang selalu dia bagikan kepada pengikutnya: untuk menjadi pribadi yang baik, terbuka, dan bersyukur.
 

Fakta Singkat tentang Jennifer Coppen

Nama Lengkap : Jennifer Rochelle Coppen
Tanggal Lahir : 20 Juli 2001
Tempat Lahir : Denpasar, Bali
Keturunan : Indonesia - Belanda
Agama : Islam
Anak : Kamari Sky Wassink
Profesi : Aktris, model, penyanyi, dan konten kreator
Julukan Netizen : Mamari (Mama Kamari)

Sosok Penuh Warna yang Menginspirasi

Melalui sikap positif, gaya hidup yang jujur, dan cintanya pada keluarga serta Tuhan, Jennifer mengajarkan bahwa menjadi diri sendiri adalah bentuk keberanian tertinggi. Dia tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati banyak orang, terutama para perempuan muda yang ingin tetap kuat tanpa kehilangan sisi lembut dan cerianya. Dia mengajarkan kita untuk tak mudah menyerah pada pandangan orang lain, dan tetap menebar kebaikan dengan cara menyenangkan. Di tengah lika-liku kehidupan, Jennifer tetap jadi dirinya sendiri, yakni penuh warna, tawa, dan cinta.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R