Anak Nikita Mirzani Diduga Bawa Uang Endorse, Nilainya Puluhan Juta
Sri Agustina | 19 Maret 2024, 21:44 WIB

AKURAT.CO Putri Nikita Mirzani, Laura Meizani Mawardi atau Lolly secara mengejutkan dituding melakukan penipuan endorsement senilai puluhan juta.
Dalam unggahan di Instagram @lambe__danu, terlihat tangkapan layar berisikan pesan yang mengatakan bahwa Lolly tidak melakukan endorsement, padahal dirinya sudah dibayar sebesar Rp90 juta.
"Kronologi. Tanggal 2 Maret kami melakukan transaksi senilai Rp90 juta untuk kerja sama. Dan tanggal 3 anak Nikmir (Nikita Mirzani) tidak posting sama sekali dengan alasan HP rusak," bunyi isi pesan dilihat dari akun @lambe__danu, Selasa (19/3/2024).
Dalam tangkapan layar itu juga disertai bukti pembayaran dengan total nilai berbeda-beda.
Pada 26 Februari 2024 senilai Rp10 juta, lalu Rp40 juta pada 1 Maret, dan Rp40 juta pada 2 Maret.
Pada slide berikutnya, terlampir pesan yang diduga berisi pengakuan Lolly yang menyatakan uang tersebut memang disimpan olehnya
"Demi Allah, aku orangnya irit banget dan suka nabung. Jadi Rp50 juta enggak dipakai buat aku, aku taruh di tabungan. Kalau berkurang itu pun karena pacar, bukan aku," bunyi pesan yang diduga dari Lolly.
Lolly pun berdalih bahwa handphone yang digunakannya tengah rusak sehingga dirinya saling bergantian menggunakan HP dengan sang pacar, Vadel.
"Tim kita soalnya enggak mau lagi pakai Kakak. Karena Kakak lagi jelek banget di berita dan banyak masalah sama Mama kamu sendiri. Jadi kalau Kakak enggak refund, kita bakal viralin kelakukan Kakak," ucap pihak online shop.
"Kak, sorry banget yaa. Aku dari kemarin pakai HP-nya Vadel," jawab Lolly.
Belum adanya bukti unggahan endorsement, Lolly pun diminta untuk mengganti uang tersebut.
"Bentar ya kak, maaf aku baru buka WA. Masih pusing banget kepala. Aku refund, wait ya kak," kata Lolly yang setelahnya menghilang dan tak menjawab pesan pemilik online shop lagi.
Pihak online shop tersebut juga meminta Lolly untuk menyicil uang endorsement.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









