Akurat Logo

Indocomtech 2026 Bahas Potensi Ekonomi Infrastruktur Digital

Andi Syafriadi | 29 Oktober 2026, 16:44 WIB
	Indocomtech 2026 Bahas Potensi Ekonomi Infrastruktur Digital
Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suryadi - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Digitalisasi pendidikan menjadi salah satu sorotan dalam pembukaan Indocomtech 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Kamis (29/10/2026).

Pemerintah melanjutkan program digitalisasi pembelajaran pada 2026 dengan sasaran 268.393 satuan pendidikan, setelah menyediakan perangkat digital bagi ratusan ribu sekolah pada tahun sebelumnya.

Menurut Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suryadi memaparkan bahwa di tahun 2025 lalu pemerintah menyediakan papan interaktif digital beserta kelengkapannya bagi 288.865 satuan pendidikan.

Baca Juga: Apa Itu Artificial Intelligence Generatif? Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

"Sedangkan di tahun yang sama, dukungan akses internet diberikan kepada 8.152 satuan pendidikan. Sementara itu, penyediaan jaringan listrik menjangkau 2.389 satuan pendidikan. Tidak hanya itu saja, program digitalisasi pembelajaran berlanjut pada 2026 dengan sasaran 268.393 satuan pendidikan. Pendampingan pemanfaatan teknologi juga disebut telah menjangkau lebih dari 58.000 satuan pendidikan," paparnya di JICC, Jakarta.

Lebih lanjut Suryadi menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan harus berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran, bukan sekadar penyediaan perangkat.

"Literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, adaptasi, serta tanggung jawab dalam menggunakan teknologi merupakan suatu hal yang wajib dipelajari saat ini. Ditambah juga dengan adanya peningkatan kompetensi guru dan penyediaan konten pembelajaran berkualitas menjadi bagian penting agar perangkat digital dapat digunakan sesuai kebutuhan murid. Teknologi juga diharapkan memperluas akses pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas melalui fitur aksesibilitas dan materi pembelajaran adaptif," katanya kembali.

Baca Juga: Cara Artificial Intelligence (AI) Diagnosis Penyakit di Dunia Medis

Sehingga, tambahnya, kolaborasi dengan industri dinilai diperlukan untuk memperkuat pengembangan talenta digital, kemampuan sains dan teknologi, serta penguasaan koding dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.