Akurat

Cara Artificial Intelligence (AI) Diagnosis Penyakit di Dunia Medis

Yusuf | 20 Oktober 2025, 13:46 WIB
Cara Artificial Intelligence (AI) Diagnosis Penyakit di Dunia Medis

AKURAT.CO Teknologi Artificial Intelligence (AI) kini berperan besar dalam dunia kesehatan. Lewat kemampuannya menganalisis data dalam jumlah besar, AI mampu mengenali pola dan korelasi yang sering kali luput dari pengamatan manusia.

Dengan dukungan machine learning dan deep learning, sistem AI bisa memprediksi risiko penyakit, mendeteksi gejala sejak dini, hingga membantu tenaga medis membuat diagnosis yang lebih akurat dan cepat.

Baca Juga: Peluncuran 10 Video Agama di Era Artificial Intelligence: Pandangan Baru Denny JA

Bagaimana AI Memprediksi Pola Penyakit?

  1. Analisis Data Genetik
    AI digunakan untuk mempelajari pola genetik seseorang, termasuk mutasi gen yang berkaitan dengan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, atau Alzheimer. Dari analisis ini, dokter dapat memberi intervensi lebih awal bahkan sebelum gejala muncul.

  2. Pemindaian Rekam Medis Elektronik (RME)
    Algoritma AI dapat menelusuri rekam medis pasien untuk menemukan pola kesehatan berdasarkan riwayat penyakit, hasil laboratorium, konsumsi obat, hingga gaya hidup. Dari data ini, sistem dapat memprediksi kemungkinan komplikasi pada pasien dengan kondisi kronis seperti hipertensi atau gagal ginjal.

  3. Analisis Citra Medis
    Dengan bantuan Convolutional Neural Networks (CNN), AI mampu menganalisis citra medis seperti rontgen, MRI, atau CT scan. Teknologi ini sangat efektif untuk mendeteksi kelainan kecil yang mungkin terlewat oleh manusia, seperti sel kanker, lesi otak, atau gangguan jantung.

  4. Prediksi Wabah Melalui Data Epidemiologi
    AI juga berperan penting dalam memantau dan memprediksi penyebaran penyakit menular. Dengan menganalisis data epidemiologis, laporan perjalanan, serta tren di media sosial, AI bisa memperkirakan di mana dan kapan wabah akan terjadi, sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan lebih cepat.

  5. Pemantauan dari Perangkat Wearable
    Perangkat seperti smartwatch dan pelacak kebugaran kini bukan sekadar alat gaya hidup, tapi juga sumber data medis penting. AI menganalisis detak jantung, pola tidur, dan tingkat aktivitas untuk mendeteksi tanda-tanda awal gangguan kesehatan secara real-time.

  6. Analisis Proteomik (Protein dalam Darah)
    AI dapat membaca pola protein dalam darah untuk mendeteksi potensi penyakit jauh sebelum gejalanya terlihat. Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa analisis berbasis AI bisa memprediksi risiko Alzheimer dan penyakit jantung hingga 10 tahun sebelumnya.

Baca Juga: Peluncuran 10 Video Agama di Era Artificial Intelligence: Pandangan Baru Denny JA

Manfaat AI dalam Dunia Kesehatan

  • Deteksi Dini Penyakit
    AI membantu menemukan tanda-tanda awal penyakit, sehingga pengobatan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

  • Pengobatan yang Dipersonalisasi
    Dengan analisis genetik dan data pasien, AI dapat merekomendasikan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi individu.

  • Efisiensi dan Akurasi Tinggi
    AI mampu memproses data kompleks dalam waktu singkat, membantu dokter fokus pada pengambilan keputusan klinis.

Baca Juga: Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Masih Tinggi, Gaya Hidup Tak Sehat Salah Satu Penyebabnya

Tantangan Penggunaan AI di Dunia Medis

Meski potensinya besar, penerapan AI juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti:

  • Privasi dan Keamanan Data
    Data medis sangat sensitif, sehingga perlu sistem keamanan tinggi untuk melindungi privasi pasien.

  • Bias Algoritma
    Jika data pelatihan tidak beragam, hasil prediksi AI bisa bias atau tidak akurat.

  • Kurangnya Transparansi
    Beberapa model AI sulit dijelaskan cara kerjanya, yang membuat sebagian dokter ragu mempercayai hasilnya sepenuhnya.

Tingkat Akurasi AI dalam Diagnosis Penyakit

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine (2023), tingkat akurasi AI dalam mendiagnosis penyakit berbeda-beda tergantung jenis penyakit dan kualitas datanya.

  • Tuberkulosis: 98,4%

  • Penyakit pencernaan: 97%

  • Penyakit kardiovaskular: 88,7%

Angka ini menunjukkan bahwa AI sudah sangat membantu, namun tidak bisa sepenuhnya menggantikan tenaga medis. Diagnosis akhir tetap harus dilakukan oleh dokter dengan pemeriksaan langsung.

Contoh Penerapan AI di Dunia Kesehatan

  1. Terapi Gen untuk Pengobatan Kanker
    AI membantu memetakan dan memodifikasi DNA sel kanker agar pengobatan menjadi lebih efektif dan minim efek samping.

  2. Robot Bedah Presisi Tinggi
    Robot seperti da Vinci Surgical System memungkinkan operasi yang lebih akurat dengan risiko perdarahan minimal.

  3. Diagnosis Melalui Citra Medis Otomatis
    AI membantu mendeteksi kanker paru, penyakit hati, dan gangguan jantung lewat hasil CT scan dan MRI dengan akurasi tinggi.

  4. Pemantauan Pasien Jarak Jauh
    Dengan bantuan Internet of Things (IoT), dokter dapat memantau kondisi pasien dari rumah sakit maupun rumah, khususnya untuk pasien lanjut usia atau penyakit kronis.

  5. Penentuan Dosis Obat yang Tepat
    AI menganalisis data genetik dan kondisi pasien untuk menentukan dosis obat yang optimal, sehingga mengurangi efek samping dan meningkatkan hasil pengobatan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R