Akurat

Apa Itu Artificial Intelligence Generatif? Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

Ratu Tiara | 2 Februari 2026, 19:19 WIB
Apa Itu Artificial Intelligence Generatif? Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

AKURAT.CO Artificial Intelligence generatif atau AI generatif adalah salah satu teknologi kecerdasan buatan yang semakin sering dibahas seiring pesatnya perkembangan dunia digital.

Teknologi ini mampu menciptakan konten baru seperti teks, gambar, musik, hingga video secara otomatis.

Lalu, sebenarnya apa itu artificial intelligence generatif, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja contohnya dalam kehidupan sehari-hari? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Gandeng Tony Blair Institute dan Apolitical, LAN Siapkan Pelatihan Artificial Intelligence untuk ASN

Pengertian Artificial Intelligence Generatif

Artificial intelligence generatif adalah cabang kecerdasan buatan yang dirancang untuk menghasilkan atau menciptakan data baru berdasarkan pola yang dipelajari dari data sebelumnya.

Berbeda dengan AI konvensional yang hanya menganalisis atau mengklasifikasikan data, AI generatif mampu membuat konten orisinal yang menyerupai buatan manusia.

Teknologi ini bekerja dengan mempelajari jutaan hingga miliaran data, lalu memprediksi dan menyusun output baru yang relevan.

AI generatif banyak digunakan dalam pembuatan teks otomatis, desain visual, suara, dan simulasi digital.

Cara Kerja Utama Artificial Intelligence Generatif

Artificial Intelligence generatif bekerja menggunakan beberapa pendekatan utama dalam machine learning dan deep learning, di antaranya:

1. Generative Adversarial Networks (GAN)

GAN terdiri dari dua jaringan saraf (neural network) yang saling bersaing, yaitu generator dan discriminator. Generator bertugas membuat data baru yang menyerupai data asli, sedangkan discriminator berfungsi mengevaluasi apakah data tersebut asli atau buatan AI.

Proses kompetitif ini membuat hasil generasi semakin realistis.

2. Transformer dan Large Language Model (LLM)

Model transformer digunakan untuk memproses data teks dalam skala besar. Teknologi ini memungkinkan AI memahami konteks, hubungan kata, dan struktur bahasa sehingga mampu menghasilkan artikel, kode program, hingga dialog yang terdengar alami seperti manusia.

3. Pelatihan Supervised dan Self-Supervised Learning

AI generatif tidak hanya dilatih menggunakan data berlabel (supervised learning), tetapi juga dengan pendekatan self-supervised learning, yaitu mempelajari pola dari data dalam jumlah besar tanpa label manual.

Dari proses ini, AI mampu mengenali pola kompleks dan menghasilkan variasi data baru yang relevan serta sesuai konteks.

 Baca Juga: Cegah Aksi Teror Lewat Pemanfaatan Artificial Intelligence secara Tepat

Manfaat Artificial Intelligence Generatif

Artificial Intelligence generatif memberikan berbagai manfaat di berbagai bidang, antara lain:

1. Mempercepat Proses Kreatif

AI generatif mampu mempercepat pembuatan desain produk, karya seni digital, ilustrasi, hingga prototipe kreatif. Dengan bantuan AI, ide dapat divisualisasikan lebih cepat tanpa harus memulai dari nol.

2. Meningkatkan Produktivitas

Dalam bidang teknologi dan bisnis, AI generatif membantu meningkatkan produktivitas coding, riset, serta pembuatan konten marketing seperti artikel, caption media sosial, dan materi promosi.

3. Membantu Pengembangan Machine Learning

AI generatif dapat menghasilkan data sintetis yang digunakan untuk augmentasi data pelatihan machine learning. Hal ini sangat berguna ketika data asli terbatas atau sensitif.

4. Personalisasi Pengalaman Pengguna

AI generatif mampu menyesuaikan konten, rekomendasi produk, dan layanan berdasarkan preferensi pengguna. Hal ini meningkatkan kepuasan pengguna di platform digital, e-commerce, hingga aplikasi edukasi.

5. Efisiensi Biaya dan Waktu

Dengan otomatisasi pembuatan konten, desain, dan analisis, perusahaan dapat menghemat biaya operasional serta mempercepat proses kerja yang sebelumnya memakan waktu lama.

6. Mendukung Inovasi di Berbagai Industri

AI generatif mendorong inovasi di bidang kesehatan, pendidikan, hiburan, dan manufaktur, seperti pembuatan materi pembelajaran otomatis, simulasi medis, hingga pengembangan game dan film.

Contoh Artificial Intelligence Generatif

Berikut beberapa contoh penerapan AI generatif yang sering digunakan, termasuk tools populer yang juga dikenal di Indonesia.

1. Generasi Teks

AI generatif mampu membuat artikel, caption media sosial, email, hingga naskah cerita secara otomatis.

Contoh:

  • ChatGPT, Perplexity AI dan Gemini untuk penulisan konten SEO, ide artikel, dan dialog.
  • ai (Indonesia) untuk pemrosesan bahasa alami (NLP), seperti analisis teks dan deteksi hoaks berbahasa Indonesia.

2. Pembuatan Gambar dan Desain

Teknologi AI generatif dapat menghasilkan ilustrasi, logo, hingga desain visual hanya dari perintah teks (text-to-image).

Contoh:

  • Midjourney dan DALL·E untuk ilustrasi digital dan seni visual.
  • ai untuk desain poster, thumbnail, dan sampul buku.

3. Audio dan Musik

AI generatif juga digunakan untuk membuat musik, suara narator, dan efek audio tanpa perlu rekaman manual.

Contoh:

  • Prosa TTS untuk sintesis suara Bahasa Indonesia.
  • Suno AI untuk membuat musik dan lagu secara otomatis.

4. Video dan Animasi

Beberapa platform AI generatif mampu menghasilkan video pendek, animasi, atau konten visual berbasis teks.

Contoh:

  • Runway ML untuk pembuatan dan pengeditan video berbasis AI.
  • Pika Labs atau Synthesia untuk video AI dan animasi presentasi.

Artificial intelligence generatif menjadi teknologi penting karena mampu mendukung transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, media, bisnis, hingga industri kreatif.

Dengan pemanfaatan yang bijak, AI generatif dapat menjadi alat pendukung yang membantu manusia bekerja lebih efektif dan inovatif.

Oleh karena itu, memahami apa itu artificial intelligence generatif, cara kerjanya, serta manfaat dan risikonya menjadi hal penting di era transformasi digital saat ini.

Vidhia Ramadhanti (Magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R