Bahlil Sebut PLTS 100 GWp Bisa Pangkas Beban Subsidi Listrik Rp73 Triliun

AKURAT.CO Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia mengatakan, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dapat membantu menekan beban subsidi dan kompensasi listrik dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bahlil menyebut, pemerintah telah memulai pembangunan PLTS 100 GWp yang membutuhkan investasi sekitar USD73 miliar. Program tersebut dinilai menjadi salah satu langkah untuk melakukan efisiensi terhadap belanja negara di sektor kelistrikan.
“Yang kedua, kita dorong untuk membangun PLTS 100 gigawatt peak. Groundbreaking-nya udah ada, investasinya kurang lebih sekitar USD73 miliar,” kata Bahlil dalam agenda Investor Daily Summit 2026, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Bahlil Sempat Diprotes Usai Terbitkan Kepmen soal Kontraktor Daerah
Bahlil menyampaikan, apabila seluruh program tersebut dapat diselesaikan, pengembangan PLTS 100 GWp berpotensi menghasilkan efisiensi terhadap anggaran subsidi APBN sekitar Rp70 triliun hingga Rp73 triliun.
“Dan ini insyaallah kalau semua selesai, mampu kita melakukan efisiensi terhadap subsidi APBN kita kurang lebih sekitar 70 sampai 73 triliun,” ujar Menteri ESDM yang merangkap sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi ini.
Lebih lanjut, Bahlil menilai, efisiensi tersebut penting mengingat besarnya anggaran yang saat ini dialokasikan pemerintah untuk subsidi dan kompensasi listrik.
Dia menyebut total subsidi dan kompensasi listrik saat ini telah mencapai lebih dari Rp200 triliun. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan inovasi dan percepatan dalam pengembangan sumber energi alternatif. “Karena total subsidi dan kompensasi untuk di listrik sekarang udah lebih dari 200 triliun, besar sekali APBN kita. Besar sekali. Jadi memang harus ada inovasi gerakan cepat untuk kita bisa melakukan hal ini,” tutur Bahlil.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terus mempercepat eksekusi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt (GW). Percepatan tersebut ditandai dengan groundbreaking 14 proyek PLTS berkapasitas 5,3 GW pada 25 Agustus 2026.
Bahlil mengatakan, groundbreaking tersebut dilakukan hanya 11 hari setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) terkait percepatan implementasi program PLTS 100 GW.
"Dimana salah satu program adalah mempercepat mengeksekusi implementasi 100 GW program PLTS," kata Bahlil dalam groundbreaking PLTS 100 GW di Bali yang disiarkan langsung dari laman Kementerian ESDM, Selasa (25/8/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 2Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Bersamaan dengan Putusan MK soal Gibran, Ada Apa?
- 9Febrie Adriansyah Didakwa Memeras Tan Kian Rp55 Miliar agar Tidak Jadi Tersangka Korupsi Jiwasraya
- 10Sidang Perdana Kasus Asabri-Jiwasraya, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ikuti Pembacaan Dakwaan






