Pasar Ekspor Makin Ketat, Industri Bakery Adaptasi Standar ESG

AKURAT.CO Persaingan industri makanan dan bakery tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk dan harga.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar global semakin menaruh perhatian pada aspek keberlanjutan, termasuk asal-usul bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.
Tren tersebut mulai terasa di Indonesia. Pelaku industri makanan kini dihadapkan pada tuntutan untuk memastikan rantai pasok mereka memenuhi standar lingkungan dan keberlanjutan yang diakui secara internasional.
Baca Juga: Industri Otomotif Lesu, Asuransi Astra Andalkan Diversifikasi Bisnis untuk Jaga Pertumbuhan di 2026
Salah satu indikatornya terlihat dari semakin banyak perusahaan yang mengadopsi standar Roundtable on Sustainable Palm Oil, organisasi internasional yang menetapkan prinsip keberlanjutan dalam produksi dan penggunaan minyak sawit.
Langkah tersebut bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan menjadi bagian dari strategi bisnis untuk menjaga akses pasar, terutama di kawasan Asia Tenggara hingga pasar internasional yang semakin ketat menerapkan standar Environmental, Social and Governance (ESG).
Di sektor bakery ingredient, perubahan itu mulai terlihat. Zeelandia Indonesia melalui PT Seelindo Sejahteratama menjadi perusahaan pertama di industri bahan baku bakery nasional yang berhasil memperoleh sertifikasi RSPO Supply Chain Certification (SCC) secara mandiri.
Presiden Direktur Zeelandia Indonesia, Matthijs Wiggers, mengatakan penerapan standar keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam pengelolaan rantai pasok perusahaan.
Menurutnya, konsumen dan pelaku industri saat ini tidak hanya mempertimbangkan kualitas produk, tetapi juga bagaimana bahan baku diperoleh dan diproses.
“Perolehan sertifikasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan rantai pasok berjalan sesuai prinsip keberlanjutan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.
Perubahan preferensi pasar global membuat aspek keberlanjutan semakin berpengaruh terhadap daya saing produk.
Di banyak negara, terutama negara maju, perusahaan makanan dan minuman mulai menetapkan standar ketat terhadap pemasok bahan baku. Produk yang tidak memiliki jejak rantai pasok yang jelas berisiko kehilangan akses ke pasar tertentu.
Kondisi tersebut mendorong industri pengolahan di Indonesia untuk beradaptasi.
Baca Juga: Kemenperin Genjot Industri Tenun Nasional, Perluas Pasar Ekspor dan Dorong Diversifikasi Produk
Selain memenuhi tuntutan pasar, penggunaan bahan baku berstandar global juga dinilai dapat meningkatkan nilai tambah produk nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok regional.
Zeelandia Indonesia sendiri memanfaatkan bahan baku sawit berstandar keberlanjutan untuk berbagai produk bakery ingredient yang dipasarkan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke sejumlah negara di Asia Tenggara.
Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu lingkungan, penerapan standar keberlanjutan dinilai dapat menjadi peluang bagi industri makanan nasional untuk meningkatkan daya saing.
Indonesia sebagai salah satu produsen sawit terbesar dunia memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan momentum tersebut.
Namun demikian, tantangan ke depan tidak hanya terkait produksi, melainkan juga kemampuan industri dalam membangun rantai pasok yang transparan, berkelanjutan, dan memenuhi ekspektasi pasar internasional.
Dengan tren konsumen yang semakin memperhatikan aspek ESG, keberlanjutan kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan mulai menjadi syarat utama untuk bersaing di pasar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








