Stok Beras Capai 3,3 Juta Ton, Bulog Pastikan Pasokan Pangan Nasional Aman

AKURAT.CO Perum Bulog menegaskan perannya sebagai penyangga utama stabilitas pangan nasional di tengah upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Dengan stok beras mencapai 3,3 juta ton per awal Februari 2026, Bulog memastikan pasokan tetap aman sekaligus menjadi instrumen stabilisasi harga dan daya beli masyarakat.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penguatan cadangan beras pemerintah (CBP), penyerapan gabah petani, serta stabilisasi pasokan dan harga merupakan tiga mandat utama yang terus dijalankan Bulog secara konsisten.
Baca Juga: Bulog Gelar Panen Raya di Sulsel, Bidik Serapan Gabah 4 Juta Ton pada 2026
“Bulog memaksimalkan tugas dan fungsinya serta pelayanannya kepada masyarakat,” ujar Rizal dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Rizal menjelaskan, pilar pertama Bulog adalah menjaga ketersediaan pangan nasional agar pasokan tetap mencukupi kebutuhan masyarakat. Pilar kedua memastikan keterjangkauan pangan, sehingga distribusi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata dan berkelanjutan.
Pilar ketiga adalah stabilisasi harga. Bulog bertugas menjaga harga komoditas strategis agar tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, sehingga gejolak pasar dapat diredam dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Stabilisasi harga ini penting agar masyarakat tidak terdampak lonjakan harga, sekaligus petani tetap mendapat kepastian usaha,” kata Rizal.
Dirinya menegaskan, swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga menyangkut kedaulatan bangsa. Ketergantungan pada impor dinilai melemahkan posisi negara dalam menjaga ketahanan ekonomi dan sosial.
“Swasembada pangan adalah wujud kedaulatan bangsa. Kalau tidak swasembada pangan, negara itu tidak berdaulat,” tegasnya.
Baca Juga: Bulog Karawang Serap 2.500 Ton Gabah per Hari di Tengah Banjir
Data Bulog mencatat hingga awal Februari 2026, stok beras yang dikelola mencapai 3,3 juta ton, terdiri dari CBP sebesar 3,22 juta ton dan stok komersial 95.523 ton. Selain beras, Bulog juga mengelola komoditas pangan strategis lain, seperti gula pasir 11.675 ton, jagung 53.637 ton, serta minyak goreng 15.475 kiloliter.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal menerima Anugerah Insan Inspiratif Pangan atas kontribusinya dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Penghargaan serupa juga diberikan kepada Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Rizal menyebut penghargaan itu menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, legislatif, TNI, akademisi, hingga organisasi petani.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Bulog akan terus menjalankan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga stabilitas dan cadangan pangan,” ujarnya.
Rangkaian Panen Fest 2026 juga diisi dengan talkshow bertema “Pangan Mandiri, Masa Depan Negeri” yang menghadirkan Direktur Utama Bulog, akademisi Institut Pertanian Bogor, serta perwakilan organisasi tani. Diskusi tersebut menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun sistem pangan nasional yang mandiri dan tangguh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









