Bulog Karawang Serap 2.500 Ton Gabah per Hari di Tengah Banjir
Hefriday | 31 Januari 2026, 17:29 WIB

AKURAT.CO Perum Bulog Kantor Cabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terus mengintensifkan penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani di tengah tekanan cuaca ekstrem dan penurunan harga gabah di pasar.
Sepanjang Januari 2026, Bulog Karawang mencatat penyerapan rata-rata 1.500 hingga 2.500 ton gabah per hari, dilakukan langsung dari petani di berbagai titik panen.
Langkah ini menjadi krusial di tengah banjir yang merendam ribuan hektare sawah di Karawang, sekaligus menjaga pendapatan petani agar tidak tergerus akibat harga gabah yang anjlok jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Baca Juga: Bulog Perkuat Serapan Beras di NTB
Bulog memastikan pembelian dilakukan sesuai HPP Rp6.500 per kilogram, meskipun harga pasar saat ini berada di level Rp2.500–Rp3.000 per kilogram.
Penyerapan Langsung dari Petani, Ratusan Titik Panen Terjangkau
Kepala Perum Bulog Cabang Karawang, Umar Said, menjelaskan bahwa penyerapan gabah dilakukan langsung dari petani tanpa perantara.
“Penyerapan gabah itu dilakukan langsung dari petani,” kata Umar Said di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
Diriny memaparkan, jika satu petani rata-rata menjual sekitar 10 ton gabah, maka terdapat sekitar 250 petani atau titik panen yang gabahnya telah diserap Bulog Karawang setiap harinya.
Bulog Terima Semua Kualitas Gabah di Tengah Cuaca Ekstrem
Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan banjir, Bulog Karawang menegaskan tidak melakukan penolakan terhadap gabah petani selama memenuhi syarat dasar.
“Semua kualitas gabah kami terima. Prinsipnya, gabah petani tidak boleh ditolak selama sudah memasuki masa panen dan bulir padinya sudah bersih terpisah dari kotoran atau jerami dan benda lain,” ujar Umar.
Kebijakan ini menjadi bentuk perlindungan negara agar petani tetap memiliki kepastian pasar, terutama saat kualitas panen menurun akibat rendaman banjir.
Serapan Januari 2026 Tembus 14.041 Ton, Mayoritas dari Sawah Terdampak Banjir
Secara kumulatif, Bulog Karawang telah menyerap 14.041 ton gabah kering panen sepanjang Januari 2026. Menariknya, sekitar 80 persen gabah tersebut berasal dari lahan sawah petani yang terdampak banjir.
Umar mengakui, banjir berdampak signifikan terhadap kualitas gabah sekaligus harga jual di pasar.
“Banjir yang melanda areal sawah saat ini memang berdampak terhadap penurunan harga gabah, hingga mencapai di kisaran Rp2.500 sampai Rp3.000 per kilogram,” jelasnya.
Harga Pasar Anjlok, Bulog Jadi Penyangga Lewat HPP Rp6.500 per Kg
Kondisi harga di bawah HPP dinilai berpotensi merugikan petani apabila tidak ada intervensi pemerintah. Oleh karena itu, Bulog turun langsung untuk menyerap gabah sesuai HPP Rp6.500 per kilogram.
Dalam situasi ini, petani memiliki opsi untuk menahan penjualan gabah atau menjual langsung ke Bulog, tanpa khawatir kualitas gabah menjadi alasan penolakan.
Banjir Karawang Sudah Dua Pekan, Ribuan Hektare Sawah Terendam
Banjir di Karawang telah berlangsung selama dua pekan terakhir, dipicu oleh meluapnya sejumlah sungai besar seperti Citarum, Cibeet, dan sungai lainnya akibat tingginya intensitas hujan.
Selain merendam ribuan rumah warga dan fasilitas publik, banjir juga berdampak luas pada sektor pertanian dengan ribuan hektare sawah terendam di berbagai wilayah Karawang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









