Bapanas Siapkan Rp11,92 Triliun Untuk Bansos Beras dan Minyak Goreng, Tunjuk Bulog Sebagai Penyalur
AKURAT.CO Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bansos beras dan minyak goreng 2026 kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pengendalian harga pangan menjelang Ramadan 2026 sekaligus menjaga daya beli masyarakat di awal tahun.
Program bantuan sosial pangan ini dialokasikan melalui skema Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan digelontorkan dalam dua bulan, yakni Februari–Maret 2026.
Dengan total anggaran Rp11,92 triliun, penyaluran bansos beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter per penerima diharapkan mampu menahan gejolak harga beras dan migor, sekaligus memperkuat stabilitas pasokan pangan nasional.
Penugasan Resmi Bapanas ke Bulog untuk Bansos Pangan 2026
Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyatakan langkah ini merupakan instrumen strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Terutama menjelang Ramadan, periode yang secara historis kerap diwarnai peningkatan permintaan bahan pokok.
"Bantuan yang diberikan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan selama dua bulan. Artinya, setiap penerima akan memperoleh total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng yang disalurkan sekaligus," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Rincian Alokasi: 20 Kg Beras dan 4 Liter Migor per KPM
Secara kuantitatif, volume bantuan ini berpotensi menjadi salah satu intervensi pangan terbesar pada awal 2026. Selain menopang konsumsi rumah tangga berpendapatan rendah, program ini juga diharapkan mengurangi tekanan inflasi pangan, terutama pada komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng.
Stok Beras Nasional di Bulog Tembus 3,53 Juta Ton
Untuk komoditas minyak goreng, stok yang tersedia di Bulog tercatat sekitar 15 ribu kiloliter. Angka ini menjadi basis distribusi bansos migor pada periode Februari–Maret 2026.
Realisasi Bansos Pangan hingga Januari 2026
Adapun realisasi distribusi minyak goreng telah mencapai 72,6 ribu kiloliter. Data ini menunjukkan keberlanjutan intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat.
"Perhatian pemerintah terhadap harga pangan berlangsung intensif. Presiden juga secara rutin memantau perkembangan harga bahan pokok dan menekankan pentingnya keberpihakan kebijakan kepada rakyat," tegas Amran.
Strategi Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan 2026
Dengan memanfaatkan Cadangan Pangan Pemerintah dan jaringan distribusi Bulog, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Pendekatan ini sekaligus menjadi instrumen stabilisasi inflasi pangan di awal tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









