Impor Kurma Melonjak Jelang Ramadan 2026, Dari Mana Saja?

AKURAT.CO Impor kurma di Indonesia kerap melonjak di periode kuartal I setiap tahunnya, dimana masyarakat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, tak terkecuali tahun ini.
Berkaca tahun 2025 saja saat itu impor kurma melonjak 60% menjadi 16 juta kg jelang Ramadan. Tak heran, buah asal Timur Tengah ini memang menjadi salah satu pilihan utama keluarga Indonesia dalam berbuka puasa.
Menurut data dari Rilis Berita Resmi Statistik BPS secara historis 5 tahun belakangan, impor kurma mulai meningkat sekitar 5 bulan menjelang bulan Ramadan setiap tahunnya. Sepanjang 2025 sendiri, Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor kurma HS 08041000 pada 2025 sebesar USD67,85 juta setara 54,45 juta kg.
Lantas dari mana asalnya kurma yang selama ini membanjiri pasar Indonesia? Data BPS menjukan pada 2025 lalu Mesir menjadi pemasok terbesar dengan nilai USD22,37 juta, disusul Arab Saudi senilai USD13,05 juta, Uni Emirat Arab sebesar USD10,04 juta, Tunisia USD9,8 juta serta Iran USD3,8 juta.
Baca Juga: Katalog Promo JSM Alfamart Terbaru 2 Maret 2025, Ada Kurma hingga Minyak Goreng
Jalur perdagangan kurma sangat dipengaruhi oleh harga kontrak jangka pendek, biaya logistik, serta ketersediaan stok pascapanen di negara produsen. Mesir dalam beberapa tahun terakhir memang meningkatkan kapasitas produksi kurma dan agresif memperluas pasar ekspor, termasuk ke Asia Tenggara.
Lonjakan Impor di Kuartal I
Secara musiman, volume impor kurma biasanya melonjak pada kuartal pertama setiap tahun. Pola ini kembali terlihat pada 2026, ketika importir mulai meningkatkan stok sejak Januari untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi pada Ramadan. Distributor besar hingga pelaku UMKM ritel memperkuat rantai pasok guna menjaga stabilitas harga di pasar domestik.
Harga kurma impor tahun ini relatif stabil, meski terdapat tekanan dari biaya logistik global dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Namun, kompetisi antarnegara pemasok membantu menjaga harga tetap terkendali di tingkat konsumen.
Prospek Bisnis Kurma 2026
Tren konsumsi kurma di Indonesia juga mengalami pergeseran. Tidak hanya varietas premium seperti Ajwa dan Medjool yang diminati kelas menengah atas, segmen menengah kini turut berkembang dengan permintaan pada kurma kemasan modern, kurma organik, hingga produk turunan seperti pasta dan minuman berbasis kurma.
Importir nasional melihat peluang ekspansi distribusi melalui kanal digital dan e-commerce, memanfaatkan pertumbuhan belanja daring yang terus meningkat. Strategi ini dinilai efektif untuk menjangkau konsumen muda usia 18–35 tahun yang semakin sadar gaya hidup sehat.
Dengan konsumsi domestik yang terus tumbuh, bisnis impor kurma pada 2026 diproyeksikan tetap solid. Tantangan utama berada pada efisiensi logistik dan penguatan rantai distribusi agar pasokan tetap terjaga selama periode permintaan puncak.
Ke depan, pelaku usaha juga mulai mempertimbangkan diversifikasi sumber impor untuk mengurangi ketergantungan pada satu kawasan. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga keberlanjutan pasokan dan stabilitas harga di pasar nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










