Bulog Salurkan Bansos Beras dan Minyak ke 33,2 Juta KPM Selama Ramadan

AKURAT.CO Perum Bulog memastikan penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng mulai direalisasikan pada pekan keempat Februari 2026.
Langkah tersebut dilakukan selama Ramadan 1447 Hijriah untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dan stabilitas harga pangan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, dana bantuan pangan telah cair dari Kementerian Keuangan, sehingga distribusi dapat segera dimulai setelah kesiapan teknis dan administratif rampung.
Baca Juga: Harga Cabai Kian Menyala di Bulan Ramadan, Begini Kata Bulog!
“Insya Allah minggu depan sudah mulai penyaluran bantuan pangan,” ujar Rizal di Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Diketahui, Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menugaskan Bulog menyalurkan bantuan kepada 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyebutkan, penugasan tersebut tertuang dalam Surat Kepala Bapanas Nomor 204/TS.03.03/K/02/2026 tertanggal 11 Februari 2026.
"Setiap KPM akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng," ujarnya.
Penyaluran dilakukan sekaligus setelah anggaran terbit dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas.
Secara kuantitatif, untuk alokasi dua bulan, Bulog akan mengeluarkan 664.800 ton beras dan 132.900 kiloliter minyak goreng.
Baca Juga: Bulog Tambah Stok MinyaKita 100 Ribu Ton Jelang Ramadan 2026
Total anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp11,92 triliun.
Stabilitas Harga Jelang HBKN
Program bantuan pangan merupakan bagian dari pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Skema serupa telah dilakukan pemerintah pada periode Ramadan dan Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya untuk meredam lonjakan harga saat permintaan meningkat.
Ramadan dan Idul Fitri termasuk periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang secara historis diikuti kenaikan konsumsi rumah tangga.
Mengutip hasil data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan komponen bahan makanan, terutama beras dan minyak goreng, kerap menjadi penyumbang inflasi musiman menjelang Lebaran.
Pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto menekankan stabilitas harga pangan sebagai prioritas kebijakan, terutama untuk kelompok rentan.
Oleh karena itu, penyaluran 664.800 ton beras dari stok Bulog berpotensi menambah pasokan di tengah tingginya permintaan menjelang Ramadan. Secara teori ekonomi, peningkatan suplai dapat menahan tekanan harga di tingkat konsumen.
Bagi 33,2 juta KPM, bantuan ini berfungsi sebagai bantalan konsumsi. Dengan asumsi harga beras premium di kisaran Rp14.000–Rp15.000 per kilogram, nilai bantuan beras per keluarga dapat mencapai sekitar Rp140.000–Rp150.000 per bulan, belum termasuk minyak goreng.
Dari sisi fiskal, alokasi Rp11,92 triliun menunjukkan komitmen anggaran negara untuk menjaga daya beli masyarakat pada periode puncak konsumsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









