Akurat

Sentinel Soroti Praktik 'The Real Oplosan' pada Bahan Bakar B40 Performance

Sri Agustina | 2 Februari 2026, 20:46 WIB
Sentinel Soroti Praktik 'The Real Oplosan' pada Bahan Bakar B40 Performance

AKURAT.CO Lembaga pengawas Sentinel Studi Hukum dan Masyarakat (Sentinel) melayangkan desakan keras kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi di tubuh PT Pertamina Patra Niaga.

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Direktur Utama Mars Ega Legowo terkait proses produksi dan pengadaan zat aditif untuk produk Biosolar B40 Performance yang diduga penuh kejanggalan.

Baca Juga: Krisis Bahan Bakar karena Blokade Kelompok Militan, Pemerintah Mali Tutup Semua Sekolah dan Universitas

​Sentinel mengendus adanya praktik "main mata" dalam pengadaan zat aditif yang menjadi komponen utama B40 Performance.

Perusahaan Afton Chemical disebut-sebut mendapatkan karpet merah melalui penunjukan langsung tanpa proses lelang yang transparan.

​"Kami menemukan indikasi kuat bahwa penambahan produk aditif yang disuplai oleh Perusahaan Afton Chemical dilakukan tanpa melalui proses tender yang semestinya. Ini adalah penunjukan langsung yang sarat akan konflik kepentingan," tegas juru bicara Sentinel dalam keterangan persnya.

​Praktik ini dinilai menabrak prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan berisiko merugikan keuangan negara akibat potensi penggelembungan harga (mark-up).

​Temuan yang paling mengejutkan adalah dugaan metode pencampuran (blending) yang tidak sesuai standar operasional kilang.

Sentinel menyebut praktik ini sebagai "The Real Oplosan" karena dilakukan secara manual di unit pelaksana lapangan, bukan melalui sistem otomatis yang terstandarisasi.

​"Alih-alih melalui proses blending yang terstandarisasi di kilang, zat aditif dari Afton Chemical ini dicampur langsung secara manual. Ini bukan produksi bahan bakar performance yang sesungguhnya, ini adalah oplosan skala industri yang dilakukan secara serampangan," ungkap pihak Sentinel.

​Sentinel juga menyoroti bahwa pengadaan aditif ini sengaja dipecah oleh unit pelaksana lapangan untuk menghindari pengawasan ketat dari pusat, namun tetap dalam kendali operasional strategis.

​Skandal ini dinilai memiliki pola yang serupa dengan temuan lama yang pernah diungkap oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjabat sebagai Komisaris Utama. Kala itu, Ahok sempat membeberkan kerumitan dan ketidakefisienan tender aditif di Patra Niaga yang membebani biaya perusahaan.

Baca Juga: Negosiasi Rampung, Pertamina Patra Niaga Salurkan 100 Ribu Barel BBM ke BP-AKR

​Kehadiran produk B40 Performance yang diklaim memiliki formula unggulan kini dipertanyakan. Jika terbukti diproduksi secara manual dan serampangan, hal ini dianggap sebagai bentuk penipuan terhadap konsumen industri yang telah membayar harga premium.

​"Publik dan industri membayar harga premium untuk 'Performance,' namun jika benar isinya hanyalah solar yang dicampur aditif secara manual, maka ini adalah bentuk pembohongan publik yang masif," tambah Sentinel.

​Mengingat posisi Mars Ega Legowo yang sangat krusial di pucuk pimpinan, Sentinel menilai sulit untuk melepaskan tanggung jawab manajerial dari praktik sistematis ini. Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung untuk bertindak tegas.

​"Pola ini sistematis. Dari penunjukan langsung Afton Chemical hingga metode pencampuran di unit pelaksana, semua mengarah pada kebijakan level atas. Sentinel mendesak Kejaksaan Agung dan KPK untuk tidak tebang pilih. Mars Ega Legowo seharusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka jika bukti-bukti 'oplosan' dan penunjukan tanpa tender ini diverifikasi," tutup pernyataan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R