BPS Taksir Produksi Beras RI Naik 15,79 Persen di Kuartal I-2026
Yosi Winosa | 2 Februari 2026, 20:38 WIB

AKURAT.CO Produksi beras nasional diproyeksikan mengalami penguatan signifikan pada awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi padi nasional pada periode Januari–Maret 2026 atau kuartal I mencapai 17,65 juta ton gabah kering giling (GKG), setara dengan 10,16 juta ton beras.
Proyeksi produksi beras awal 2026 ini menunjukkan kenaikan 15,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan produksi beras nasional tersebut didorong oleh peningkatan luas panen padi, yang menjadi indikator kunci dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Data BPS juga memperlihatkan bahwa tren produksi sepanjang 2025 berada dalam jalur positif, seiring perbaikan produktivitas dan ekspansi lahan. Namun, di tengah lonjakan produksi beras, BPS mencatat adanya tekanan pada Nilai Tukar Petani (NTP) serta kenaikan harga beras di berbagai level rantai pasok.
Produksi Beras Kuartal I-2026 Tembus 10,16 Juta Ton
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa potensi produksi beras nasional pada awal 2026 berada di level yang solid.
“Potensi produksi beras pada bulan Januari sampai dengan Maret 2026 diperkirakan mencapai 10,16 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 1,39 juta ton atau 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Ateng di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Secara volume, proyeksi tersebut setara dengan produksi padi sebesar 17,65 juta ton GKG, mencerminkan stabilitas pasokan di awal tahun yang kerap menjadi periode krusial bagi harga pangan.
Luas Panen Padi Jadi Mesin Utama Kenaikan Produksi
BPS mencatat potensi luas panen padi pada Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 3,28 juta hektare. Angka ini meningkat sekitar 0,44 juta hektare atau 15,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut BPS, ekspansi luas panen menjadi faktor dominan yang mendorong lonjakan produksi padi dan beras nasional pada awal 2026, di tengah upaya pemerintah menjaga kesinambungan pasokan pangan.
Rekap Produksi Beras Nasional Sepanjang 2025
Sepanjang 2025, kinerja produksi beras nasional tercatat menguat. BPS melaporkan produksi beras mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29% dibandingkan 2024.
Dari sisi panen, realisasi luas panen padi pada Desember 2025 mencapai 0,44 juta hektare, naik 22,29% dibandingkan Desember 2024. Secara kumulatif, total luas panen padi sepanjang 2025 mencapai 11,32 juta hektare, tumbuh 12,69% secara tahunan.
Sejalan dengan itu, produksi padi pada Desember 2025 tercatat 2,44 juta ton GKG, atau meningkat 22,23% secara tahunan. Total produksi padi nasional sepanjang 2025 mencapai 60,21 juta ton GKG, naik 13,29% dibandingkan tahun sebelumnya.
Produktivitas Padi Naik, Meski Tipis
BPS juga mencatat perbaikan pada produktivitas padi nasional. Sepanjang 2025, rata-rata produktivitas padi Indonesia mencapai 53,18 kuintal per hektare, meningkat 0,54% dibandingkan 2024.
Kenaikan produktivitas ini dinilai memperkuat struktur produksi pangan nasional, meski peningkatannya masih relatif terbatas dibandingkan ekspansi luas panen.
Jagung Ikut Menguat Sepanjang 2025
Selain padi, kinerja jagung nasional juga menunjukkan tren positif. Realisasi luas panen jagung pada Desember 2025 mencapai 0,16 juta hektare, naik 1,68% dibandingkan Desember 2024.
Secara kumulatif, luas panen jagung sepanjang 2025 mencapai 2,71 juta hektare, meningkat 6,35% secara tahunan. Produksi jagung nasional sepanjang 2025 tercatat 16,16 juta ton, naik 6,74% dibandingkan 2024, meski produksi Desember 2025 sempat turun 3,47% secara tahunan.
NTP Petani Turun, Harga Beras Naik di Semua Level
Di tengah kenaikan produksi, BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Januari 2026 berada di level 123,6, turun 1,4% dibandingkan Desember 2025.
Penurunan ini dipengaruhi oleh indeks harga yang diterima petani yang turun 1,85%, lebih dalam dibandingkan penurunan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,45%.
Pada saat yang sama, harga beras tercatat mengalami kenaikan di seluruh rantai pasok. Pada Januari 2026, harga beras di tingkat penggilingan naik 0,75%, di tingkat grosir meningkat 0,40%, dan di tingkat eceran naik 0,16% secara bulanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










