Akurat

Dukung MBG, Alumni Universitas Padjadjaran Resmikan Dapur SPPG BGN Ceger 4 di Jakarta Timur

M. Rahman | 26 Januari 2026, 20:03 WIB
Dukung MBG, Alumni Universitas Padjadjaran Resmikan Dapur SPPG BGN Ceger 4 di Jakarta Timur

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya datang dari alumni Universitas Padjadjaran melalui Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya yang secara resmi meresmikan Dapur Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Ceger 4 di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1).

Peresmian dapur ini menjadi wujud nyata kontribusi masyarakat, khususnya alumni perguruan tinggi, dalam mendukung program pemerintah di bidang penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi, terutama bagi pelajar dan ibu hamil sebagai kelompok prioritas.

Acara peresmian dihadiri oleh Ketua Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya, Muhammad Surya Wijaya, Ketua Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur, Kuseryansyah, Pengawas Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur, Andi Indra Mataram, serta perwakilan dari Badan Gizi Nasional.

Baca Juga: MBG untuk Penyandang Disabilitas Diprioritaskan untuk Masyarakat Desil 1–4

Dapur SPPG BGN Ceger 4 dikelola oleh Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya yang didirikan oleh Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur, sebuah koperasi yang merupakan inisiatif Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD).

Ketua Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya, Muhammad Surya Wijaya, menyampaikan bahwa pendirian dapur SPPG BGN ini merupakan bentuk kontribusi konkret alumni Universitas Padjadjaran bagi pembangunan bangsa.

“Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya didirikan oleh Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur sebagai wujud kontribusi alumni Universitas Padjadjaran untuk bangsa. Salah satu fokus kami adalah mendukung pemerintah melalui pembukaan dapur SPPG BGN, dengan harapan dapat membantu meningkatkan gizi anak-anak pelajar dan ibu hamil melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis.

Kami juga terbuka terhadap kritik dan saran untuk memastikan kualitas, mutu, dan keberlanjutan program ini tetap terjaga,” ujar Muhammad Surya Wijaya.

Sementara itu, Kuseryansyah, Ketua Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen koperasi dalam menjalankan peran sosial dan ekonomi secara seimbang, serta sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi kerakyatan.

Inisiatif dapur SPPG BGN ini merupakan bagian dari ikhtiar kami dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

"Kami menyadari langkah ini masih kecil, namun kami percaya bahwa kebaikan yang dikelola dengan niat tulus dan tata kelola yang baik akan tumbuh, menguat, dan memberikan dampak yang lebih luas. Melalui kolaborasi koperasi, yayasan, dan masyarakat, kami ingin menunjukkan bahwa koperasi bisa dikelola secara modern, profesional, dan berdampak nyata,” kata Kuseryansyah.

Sebagai koperasi alumni Universitas Padjadjaran, Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur terus mendorong model pengelolaan program sosial yang akuntabel, berkelanjutan, dan berbasis gotong royong, dengan menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi kerakyatan.

Saat ini, Dapur SPPG BGN Ceger 4 menjadi dapur pertama yang mulai beroperasi di bawah pengelolaan Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya. Selanjutnya, yayasan ini juga tengah mempersiapkan pembukaan dapur SPPG BGN di Pulo Gadung dan Karawang, serta menargetkan pembukaan 10 dapur SPPG BGN pada semester pertama tahun 2026.

Kehadiran dapur ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana distribusi makanan bergizi, tetapi juga menjadi simbol bahwa nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan kolaborasi lintas sektor masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

Dukungan Kebijakan Pemerintah Pemerintah melalui Kementerian Koperasi secara konsisten mendorong koperasi untuk berperan aktif dalam agenda pembangunan nasional.

Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Unpad (IKA UNPAD) dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa koperasi harus menjadi soko guru perekonomian Indonesia, tidak hanya sebagai entitas ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial yang inklusif, profesional, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Program berbasis koperasi yang terintegrasi dengan ketahanan pangan dan peningkatan gizi, seperti dapur SPPG BGN, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat peran koperasi sebagai mitra strategis negara dalam pembangunan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa