RI Tarik Minat Investasi Nvidia hingga AWS di Gelaran WEF 2026 Davos
Hefriday | 24 Januari 2026, 23:16 WIB

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia semakin agresif menarik investasi global ke sektor ekonomi digital.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan masuknya investasi dari sejumlah perusahaan teknologi raksasa dunia, mulai dari Nvidia hingga Amazon Web Service (AWS), dalam rangka memperkuat ekosistem digital nasional.
Upaya tersebut dilakukan di sela-sela World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss.
Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap data center, keamanan siber, dan infrastruktur digital.
Melalui pertemuan langsung dengan pimpinan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Indonesia berupaya memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi global sekaligus menegaskan posisinya sebagai tujuan investasi digital di kawasan Asia Tenggara.
Airlangga Temui Raksasa Teknologi Global di Davos
Airlangga mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan teknologi global menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modal di Indonesia. Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangkaian agenda WEF 2026 sebagai tindak lanjut dari perundingan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Beberapa perusahaan yang tertarik antara lain Nvidia, Amazon Web Service, Docusign, CrowdStrike, dan Cloudflare,” kata Airlangga dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Pertemuan digelar di Indonesia Pavilion, yang menjadi pusat diplomasi ekonomi Indonesia selama WEF berlangsung. Forum ini dimanfaatkan untuk membahas potensi investasi strategis di sektor ekonomi digital nasional.
Fokus Investasi Data Center hingga Keamanan Siber
Dalam diskusi tersebut, pemerintah menyoroti peluang besar pengembangan sektor digital Indonesia, terutama pada subsektor bernilai tambah tinggi. Isu utama yang dibahas mencakup pengembangan data center, penguatan keamanan siber, serta pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan.
“Pada kesempatan tersebut dibahas mengenai tren ekonomi digital dan potensi pengembangan investasi di Indonesia, khususnya di bidang data center, keamanan siber hingga infrastruktur digital,” ujar Airlangga.
Dari pihak Indonesia, hadir pula Nongsa Digital Park selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa di Batam, yang diproyeksikan menjadi salah satu hub ekonomi digital nasional dan pintu masuk investasi teknologi global.
WEF Jadi Ajang Diplomasi Investasi Multilateral
Tak hanya bertemu dengan perusahaan teknologi AS, Menko Airlangga juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Investasi Yordania, Tareq Abu Ghazaleh. Pertemuan ini turut dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani serta Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir.
Agenda pertemuan tersebut membahas tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara Danantara dan Jordan Investment Fund terkait peluang investasi strategis di Kerajaan Hashemite Yordania.
Prabowo Tegaskan Stabilitas Jadi Fondasi Ekonomi
World Economic Forum dinilai menjadi panggung strategis bagi Indonesia untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Dalam forum tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya perdamaian dan stabilitas sebagai prasyarat utama pembangunan ekonomi.
“Perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga yang kita miliki. Keduanya bukanlah kemewahan, melainkan merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama,” ujar Prabowo.
Agenda utama Indonesia pada WEF 2026 adalah pidato Presiden Prabowo dalam sesi Special Address di Davos Congress Center. Dalam pidatonya, Presiden menekankan program-program ekonomi prioritas yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Langkah pemerintah membidik investasi dari Nvidia hingga AWS menegaskan komitmen Indonesia memperkuat fondasi ekonomi digital di tengah persaingan global.
Dengan memanfaatkan momentum WEF 2026, Indonesia tidak hanya mempromosikan peluang investasi, tetapi juga memperkuat diplomasi ekonomi untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










