Akurat

Menko AHY: Pemerintah Pantau Ketat Cuaca Demi Keselamatan Transportasi

Andi Syafriadi | 21 Januari 2026, 15:34 WIB
Menko AHY: Pemerintah Pantau Ketat Cuaca Demi Keselamatan Transportasi

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan negara hadir memastikan seluruh moda transportasi tetap aman di tengah meningkatnya risiko cuaca.

“Kami terus memantau ketat kondisi cuaca di berbagai wilayah untuk memastikan sektor transportasi tetap aman,” ujar AHY dalam audiensi bersama Universitas Indonesia (UI) di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

AHY menyampaikan, intensitas hujan yang tinggi berpotensi memicu gangguan transportasi darat, laut, maupun udara. Karena itu, pemerintah berupaya mengantisipasi risiko sejak dini agar masyarakat terhindar dari musibah akibat cuaca ekstrem.

Baca Juga: Diresmikan Prabowo, AHY: Hadirnya SMA Taruna Nusantara Malang untuk Siapkan SDM Unggul

Dalam kesempatan tersebut, AHY turut menyinggung kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT). Pesawat tersebut dilaporkan mengalami hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.

“Sejak hari pertama, kami bersama Kementerian Perhubungan, Basarnas, dan seluruh pihak terkait langsung melakukan operasi Search and Rescue (SAR),” kata AHY.

Menurut AHY, insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya manajemen risiko transportasi, khususnya di tengah dinamika cuaca yang semakin tidak menentu.

Pemerintah, lanjut dia, akan terus meningkatkan pemantauan dan koordinasi lintas sektor agar seluruh moda transportasi dapat beroperasi dengan standar keselamatan maksimal.

Secara terpisah, Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, menjelaskan bahwa salah satu langkah utama yang dilakukan AHY adalah memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: Demokrat Peringati Natal Nasional 2025, AHY Ajak Segenap Bangsa Bersatu dalam Kemanusiaan dan Pembangunan

BMKG dinilai sebagai instrumen vital dalam pencegahan risiko karena mampu memberikan pemetaan serta prakiraan cuaca ekstrem secara lebih akurat. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar pengambilan kebijakan di tingkat pusat maupun daerah.

“Misalnya, ketika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Menko Infrastruktur dan menyampaikan masukan dari BMKG. Dari situ dilakukan modifikasi cuaca untuk mencegah situasi yang tidak diinginkan,” ujar Herzaky.

Pemerintah berharap langkah-langkah mitigasi ini dapat menjaga keselamatan transportasi nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan publik di tengah tantangan cuaca ekstrem yang kian sering terjadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi