Kementerian ESDM Sebut Cuaca Ekstrem dan Kondisi Geografis Picu Bencana di Wilayah Aceh dan Sumatera
Dedi Hidayat | 30 November 2025, 14:12 WIB

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria mengatakan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah penanganan warga terdampak dan pemulihan wilayah.
"Kami di Kementerian ESDM menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera. Prioritas utama pemerintah saat ini adalah penanganan warga terdampak dan pemulihan wilayah," kata Lana dikutip dari laman Kementerian ESDM, Minggu (30/11/2025).
Badan Geologi Kementerian ESDM, sambung Lana, menjelaskan bahwa bencana di lima kabupaten, yaitu Humbang Hasudutan, Agam, Mandailing Natal, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara dipicu oleh tiga faktor utama, dengan curah hujan tinggi hingga ekstrem sebagai faktor dominan.
"Kami di Kementerian ESDM menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera. Prioritas utama pemerintah saat ini adalah penanganan warga terdampak dan pemulihan wilayah," kata Lana dikutip dari laman Kementerian ESDM, Minggu (30/11/2025).
Badan Geologi Kementerian ESDM, sambung Lana, menjelaskan bahwa bencana di lima kabupaten, yaitu Humbang Hasudutan, Agam, Mandailing Natal, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara dipicu oleh tiga faktor utama, dengan curah hujan tinggi hingga ekstrem sebagai faktor dominan.
Baca Juga: Pertamina Operasikan 54 SPBE dan 556 Agen LPG di Wilayah Terdampak Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar
Kondisi geomorfologi yang curam hingga sangat curam serta litologi yang lapuk dan mudah tererosi turut memperparah kerentanan wilayah tersebut. “Pengendalian tata guna lahan pada lereng curam termasuk pembatasan pembukaan lahan baru dan perbaikan drainase permukaan merupakan langkah struktural yang sangat menentukan dalam menurunkan risiko pada kawasan permukiman," jelasnya.
Terkait longsor yang terjadi di dua kabupaten di Sumatera Utara, Lana menambahkan bahwa lokasi bencana umumnya berada di kawasan perbukitan curam hingga sangat curam yang mengelilingi Kota Sibolga, khususnya di sisi timur-selatan.
"Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, secara umum Kota Sibolga berada pada zona potensi gerakan tanah menengah-tinggi, yang berarti wilayah ini dapat dan atau sering mengalami kejadian gerakan tanah," ujarnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Kepala Badan Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani.
Menurutnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis perkembangan signifikan Bibit Siklon Tropis 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka.
Analisis tersebut menunjukkan bahwa 95B meningkatkan intensitas dan memicu potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga ekstrem serta angin kencang di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau dan sekitarnya.
"Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem akibat dampak dari Bibit Siklon 95B. Saat ini BMKG terus memantau intensitas 95B dan meminta stakeholder terkait untuk memastikan langkah mitigasi demi meminimalisir hal yang tidak diinginkan," tutur Faisal.
Saat ini, BMKG juga mendeteksi keberadaan Meso Siklon Konvektif Kompleks (Mesoscale Convective Complex/MCC) di Samudra Hindia barat Sumatra, yang berpotensi memicu bencana susulan. Hal ini perlu diwaspadai khususnya untuk wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara, dan mayoritas wilayah Sumatera Barat.
MCC merupakan sistem badai petir berskala besar dan terorganisasi yang dapat menimbulkan hujan dengan intensitas sangat tinggi dalam durasi panjang, angin kencang, hingga hujan es.
Kondisi geomorfologi yang curam hingga sangat curam serta litologi yang lapuk dan mudah tererosi turut memperparah kerentanan wilayah tersebut. “Pengendalian tata guna lahan pada lereng curam termasuk pembatasan pembukaan lahan baru dan perbaikan drainase permukaan merupakan langkah struktural yang sangat menentukan dalam menurunkan risiko pada kawasan permukiman," jelasnya.
Terkait longsor yang terjadi di dua kabupaten di Sumatera Utara, Lana menambahkan bahwa lokasi bencana umumnya berada di kawasan perbukitan curam hingga sangat curam yang mengelilingi Kota Sibolga, khususnya di sisi timur-selatan.
"Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, secara umum Kota Sibolga berada pada zona potensi gerakan tanah menengah-tinggi, yang berarti wilayah ini dapat dan atau sering mengalami kejadian gerakan tanah," ujarnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Kepala Badan Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani.
Menurutnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis perkembangan signifikan Bibit Siklon Tropis 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka.
Analisis tersebut menunjukkan bahwa 95B meningkatkan intensitas dan memicu potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga ekstrem serta angin kencang di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau dan sekitarnya.
"Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem akibat dampak dari Bibit Siklon 95B. Saat ini BMKG terus memantau intensitas 95B dan meminta stakeholder terkait untuk memastikan langkah mitigasi demi meminimalisir hal yang tidak diinginkan," tutur Faisal.
Saat ini, BMKG juga mendeteksi keberadaan Meso Siklon Konvektif Kompleks (Mesoscale Convective Complex/MCC) di Samudra Hindia barat Sumatra, yang berpotensi memicu bencana susulan. Hal ini perlu diwaspadai khususnya untuk wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara, dan mayoritas wilayah Sumatera Barat.
MCC merupakan sistem badai petir berskala besar dan terorganisasi yang dapat menimbulkan hujan dengan intensitas sangat tinggi dalam durasi panjang, angin kencang, hingga hujan es.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







