Akurat

Kuota Beras SPHP Naik, Amran: Alternatif Yang Berkualitas dan Terjangkau

Yosi Winosa | 17 Januari 2026, 16:01 WIB
Kuota Beras SPHP Naik, Amran: Alternatif Yang Berkualitas dan Terjangkau

AKURAT.CO Pemerintah memperkuat strategi stabilisasi harga beras nasional dengan memperlebar batas pembelian beras program SPHP menjadi maksimal 25 kilogram per orang mulai Februari 2026. 

Kebijakan ini sejalan dengan kesiapan stok beras nasional yang dinilai aman serta proyeksi produksi beras yang meningkat tajam menjelang panen raya.
 
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai konsistensi penyaluran beras SPHP menjadi instrumen penting untuk menjaga harga beras medium agar tetap mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET).
 
 
Dengan dukungan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,2 juta ton di awal 2026, pemerintah optimistis tekanan harga dapat diredam sepanjang tahun.

Amran: Kunci Ada di Hulu hingga Hilir

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan kekuatan stok CBP menjadi fondasi utama stabilitas harga.

"Produksi yang kuat di hulu, pengelolaan yang solid di tengah, dan penyerapan maksimal di hilir merupakan kunci menjaga swasembada pangan sekaligus melangkah ke tahap penguatan berikutnya," paparnya.
 
Dengan stok yang melimpah, tambah Amran, produksi yang meningkat hingga kepada kuota pembelian SPHP yang diperlebar, pemerintah menargetkan stabilitas harga beras tetap terjaga sepanjang 2026. 
 
"Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan beras SPHP sebagai alternatif konsumsi yang berkualitas dan terjangkau, sekaligus mendukung ekosistem pangan nasional yang berkelanjutan," ucap Amran.

Stok Aman, Distribusi SPHP Tanpa Jeda

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, memastikan tidak akan terjadi kekosongan pasokan beras SPHP di awal 2026.
 
"Setelah distribusi SPHP diperpanjang hingga 31 Januari 2026, kami juga telah menyiapkan alokasi baru sebesar 1,5 juta ton untuk sepanjang tahun 2026," tegasnya di Jakarta, Sabtu (17/1/2026). 
 
Sehingga, lanjut Edhy, dapat memungkinkan program SPHP terus berjalan sebagai penyeimbang harga beras di pasar.

Harga Beras Mulai Bergerak Stabil

Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata harga beras medium nasional mulai menunjukkan pergerakan stabil, meski masih berada di sekitar HET.

Kondisi ini diperkirakan semakin membaik seiring meningkatnya produksi beras nasional dalam beberapa bulan ke depan.

Produksi Beras Meningkat Jelang Panen Raya

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 1,79 juta ton pada Januari 2026 dan 2,98 juta ton pada Februari 2026.
 
Puncak panen raya diproyeksikan terjadi pada Maret dan April, masing-masing berpotensi mencapai 5 juta ton per bulan.
 
Dengan lonjakan produksi tersebut, penyaluran beras SPHP nantinya akan dilakukan lebih selektif agar tidak mengganggu harga gabah petani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa