Akurat

Panen Raya Bergeser ke Februari 2026, Stok Beras Bulog Bakal Naik 10 Persen

Hefriday | 12 Januari 2026, 19:48 WIB
Panen Raya Bergeser ke Februari 2026, Stok Beras Bulog Bakal Naik 10 Persen

AKURAT.CO Pemerintah memproyeksikan panen raya padi nasional 2026 akan berlangsung lebih awal mulai Februari, dengan estimasi kenaikan produksi beras sebesar 5–10% dibandingkan periode sebelumnya.

Percepatan panen ini menjadi sinyal penting bagi penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan, perubahan pola panen tersebut mendorong pemerintah untuk menyiapkan strategi jangka menengah hingga panjang, mulai dari peningkatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), pembangunan gudang Bulog baru, hingga optimalisasi koperasi desa sebagai simpul distribusi pangan.
 

Langkah ini dinilai krusial di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu stok beras nasional, harga pangan, serta daya beli masyarakat, terutama menjelang tahun politik dan dinamika ekonomi global.

Panen Raya Lebih Cepat, Produksi Beras Diproyeksi Meningkat

Zulhas menyebutkan, panen raya yang sebelumnya umumnya dimulai pada Maret kini diperkirakan sudah berlangsung sejak Februari dan berlanjut hingga April 2026. Perubahan ini dipicu oleh perbaikan pola tanam dan dukungan kebijakan sektor pangan.

“Kalau dulu panen raya Maret, sekarang Februari sudah mulai, berlanjut Februari, Maret, April, dan produksinya diperkirakan lebih tinggi,” ujar Zulhas usai rapat koordinasi terbatas bidang pangan di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis produksi beras nasional akan meningkat hingga dua digit, sekaligus memperkuat pasokan domestik.

Cadangan Beras Pemerintah Ditargetkan 4 Juta Ton hingga 2029

Sejalan dengan proyeksi peningkatan produksi, pemerintah menyiapkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 4 juta ton yang direncanakan dipertahankan secara berkelanjutan hingga 2029. CBP diposisikan sebagai instrumen utama untuk intervensi harga dan antisipasi gejolak pasokan.

Namun, peningkatan stok ini menuntut kesiapan infrastruktur, khususnya kapasitas penyimpanan. Saat ini, daya tampung gudang Bulog dinilai masih belum memadai untuk menyerap lonjakan produksi saat panen raya.

Pemerintah Bangun 100 Gudang Bulog Baru

Untuk menjawab keterbatasan tersebut, pemerintah berencana menambah sekitar 100 gudang Bulog baru. Pembangunan ini akan dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) yang saat ini telah memasuki tahap finalisasi substansi.

“Kita sudah selesaikan substansi untuk Inpres, kita akan bangun seratus lagi. Bulog ditugaskan untuk bangun gudang untuk menampung,” kata Zulhas.

Pembangunan gudang ini akan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna mempercepat proses konstruksi dan memastikan kesiapan operasional sebelum puncak panen.

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Simpul Distribusi Pangan

Selain mengandalkan Bulog, pemerintah juga mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari jaringan penyimpanan dan distribusi pangan nasional. Koperasi ini diharapkan mampu menyerap hasil panen petani, sekaligus mendekatkan distribusi beras ke masyarakat di tingkat lokal.

Saat ini, sekitar 26.000 koperasi desa dan kelurahan tercatat tengah dalam proses pembangunan. Pemerintah menargetkan koperasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai gudang, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi desa yang terintegrasi dengan sistem pangan nasional.

Pembangunan 26.000 Koperasi Ditargetkan Rampung April 2026

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pembangunan fisik koperasi desa tersebut ditargetkan rampung pada April 2026. Proses percepatan saat ini difokuskan pada pengadaan dan inventarisasi lahan.

Keberadaan koperasi ini diharapkan memperkuat rantai pasok pangan dari hulu ke hilir.“Sedang dibangun, April ini jadi. Sekarang ini lagi inventarisasi tanah, kemudian ditambah lagi, begitu terus,” ujar Ferry.

Strategi Terpadu Jaga Harga dan Pasokan Beras

Percepatan panen raya padi, peningkatan stok beras nasional, serta pembangunan infrastruktur penyimpanan menjadi strategi terpadu pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras.

Dengan kombinasi CBP 4 juta ton, tambahan 100 gudang Bulog, dan dukungan koperasi desa, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional dapat semakin solid menghadapi tantangan ke depan.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa isu pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga manajemen stok dan distribusi yang efisien menjadi faktor krusial bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa