Swasembada Pangan Tercapai, Bulog Siap Ekspor Beras-Jagung

AKURAT.CO Perum Bulog menyatakan kesiapan untuk mengekspor beras dan jagung pada 2026, seiring keberhasilan Indonesia mencapai swasembada dua komoditas pangan strategis tersebut.
Kesiapan ekspor ini menandai babak baru ketahanan pangan nasional, dari sekadar memenuhi kebutuhan dalam negeri menjadi pemain aktif dalam perdagangan pangan global.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, secara operasional Bulog sudah siap, meski realisasi ekspor masih menunggu peluang pasar dan kebutuhan negara tujuan melalui koordinasi resmi antarpemerintah.
Baca Juga: Swasembada Tercapai, Bulog Dorong Beras Satu Harga dari Sabang sampai Merauke
Langkah ini dinilai selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan kawasan, sekaligus menjaga keseimbangan antara stok domestik dan ekspor beras serta jagung di tengah dinamika pangan global.
Tak hanya itu saja, Rizal juga menegaskan bahwa kesiapan ekspor beras dan jagung saat ini bersifat operasional. Artinya, Bulog tinggal menunggu informasi terkait negara tujuan yang membutuhkan pasokan pangan.
“Kami siap dalam arti tinggal melihat potensi negara mana yang akan kita ekspor,” ujar Rizal dalam keterangan yang diterima, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Sumut Aman
Menurutnya, langkah ekspor hanya akan dilakukan setelah ada koordinasi resmi antarpemerintah, guna memastikan aspek perdagangan, logistik, dan kebutuhan negara tujuan terpenuhi secara optimal.
Dorongan DPR dan Pemerintah Pasca Swasembada Pangan
Kesiapan Bulog melakukan ekspor juga sejalan dengan dorongan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 Swasembada Jagung yang digelar di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis (8/1).
Selain DPR, dukungan datang dari Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. Ia mendorong Bulog segera bersiap mengekspor beras dan jagung setelah Indonesia dinyatakan swasembada.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran di sela Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1), yang dihadiri sekitar 5.000 petani dan penyuluh secara luring serta dua juta petani secara daring.
Koordinasi Ketat dengan Kemendag Jadi Kunci
Menanggapi arahan tersebut, Rizal menegaskan Bulog terus melakukan koordinasi intensif terkait rencana ekspor. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Perdagangan yang memiliki kewenangan komunikasi dagang antarnegera.
Bulog memprioritaskan peluang ekspor ke negara-negara tetangga serta negara yang benar-benar membutuhkan pasokan pangan. Termasuk di dalamnya wilayah yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan, sehingga ekspor tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan.
Target Penyerapan Beras 2026 Capai 4 Juta Ton
Di tengah rencana ekspor, Bulog menegaskan fokus utama tetap pada penguatan stok dalam negeri. Pada 2026, Bulog menargetkan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 4 juta ton.
Pada semester pertama 2026, Bulog membidik penyerapan minimal 3 juta ton beras, seiring momentum puncak panen nasional yang secara historis terjadi pada periode tersebut. Rizal optimistis target ini dapat tercapai, selama panen berjalan lancar tanpa gangguan cuaca ekstrem atau faktor penghambat lainnya.
Sisa target penyerapan sekitar 1 juta ton direncanakan pada semester kedua, sehingga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan rencana ekspor tetap terjaga.
Sesuai arahan Menteri Pertanian, Bulog menyiapkan alokasi ekspor sekitar 1 juta ton beras. Meski demikian, mayoritas produksi nasional tetap difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.
Hingga awal Januari 2026, Bulog tercatat mengelola stok cadangan beras pemerintah sebesar 3,25 juta ton. Stok tersebut merupakan peralihan dari sisa cadangan beras tahun 2025, yang menjadi modal awal penguatan ketahanan pangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










