Pascabanjir Aceh Tamiang, Zulhas Pastikan Pasar Rakyat Segera Pulih

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), meninjau langsung Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, untuk memastikan percepatan pemulihan sektor pangan dan ekonomi rakyat pascabanjir.
Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus mendorong roda perekonomian masyarakat terdampak bencana agar segera kembali bergerak.
Peninjauan tersebut dilakukan di tengah upaya pemerintah mempercepat normalisasi pasar rakyat yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Baca Juga: Zulhas Dorong Bulog Genjot Margin Demi Wujudkan Beras Satu Harga
Pasar Kuala Simpang merupakan salah satu dari 112 pasar rakyat di Aceh yang terdampak banjir, dengan ratusan pedagang menggantungkan mata pencaharian di lokasi tersebut.
Pemerintah menargetkan pemulihan aktivitas pasar tidak hanya sebatas pembersihan fisik, tetapi juga memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat.
Koordinasi Lintas Kementerian untuk Pemulihan Pasar Rakyat
Dalam kunjungan tersebut, Zulhas didampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.
Kehadiran sejumlah pejabat lintas sektor ini menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan dampak banjir secara terpadu.
Baca Juga: Nataru 2026, Zulhas Tinjau Harga Pangan di Cirebon
Menurut Zulhas, pemulihan pasar rakyat menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan denyut ekonomi masyarakat.
“Pemulihan pasar rakyat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa segera kembali berjalan,” ujar Zulhas dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Pasar Kuala Simpang Jadi Pusat Ekonomi Warga Aceh Tamiang
Pasar Kuala Simpang tercatat sebagai pasar terbesar di Kabupaten Aceh Tamiang. Pasar ini menampung sekitar 295 pedagang dan telah beroperasi sejak 1982.
Selama puluhan tahun, pasar tersebut menjadi pusat distribusi pangan sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Akibat banjir, aktivitas perdagangan sempat terganggu. Namun pemerintah memastikan proses pemulihan berjalan cepat melalui sinergi Kementerian Perdagangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah daerah, serta TNI Angkatan Darat.
Proses pembersihan pasar ditargetkan rampung hingga akhir Desember 2025 agar kegiatan jual beli kembali normal.
Penyaluran Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir
Selain meninjau pasar, Zulhas juga mengunjungi posko pengungsian di Desa Sungai Liput, Kabupaten Aceh Tamiang. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga terdampak banjir.
Pemerintah menyalurkan bantuan berupa 10.000 paket makanan siap saji, 336 kilogram bantuan sandang, serta 1,6 ton peralatan sanitasi. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan.
Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan PT Halalan Thayyiban dan PT Bagus Peduli.
Keterlibatan sektor swasta dinilai penting untuk mempercepat penanganan dampak bencana, khususnya di wilayah dengan tingkat kerusakan cukup tinggi.
Zulhas menegaskan pemerintah akan terus mengawal proses pemulihan pascabanjir. Fokus utama tidak hanya pada perbaikan infrastruktur dasar, tetapi juga penguatan ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
“Pemerintah akan terus mengawal pemulihan wilayah terdampak banjir melalui perbaikan infrastruktur dasar, penguatan ketahanan pangan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Zulhas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










