Akurat

Kapasitas Pembangkit Listrik RI Tembus 107,51 GW pada 2025

Andi Syafriadi | 11 Januari 2026, 08:00 WIB
Kapasitas Pembangkit Listrik RI Tembus 107,51 GW pada 2025

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional meningkat sekitar 7 gigawatt (GW) menjadi 107,51 GW pada 2025, dari 100,65 GW pada 2024.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menegaskan, peningkatan kapasitas pembangkit ke depan perlu terus dipacu sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional. Ketersediaan listrik, kata dia, merupakan faktor kunci dalam mendorong investasi dan pengembangan industri.

"Dalam analisa kami di tahun 2026, kita harus genjot. Karena seiring dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan oleh Pemerintah pada tahun ini," kata Bahlil dalam konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM 2025 dikutip, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: Kementerian ESDM Bakal Lelang 3 WKP Panas Bumi, Termasuk Eks Wilayah PLN

Secara historis, kapasitas terpasang pembangkit listrik menunjukkan tren meningkat sejak 2020. Pada tahun tersebut, kapasitas tercatat sebesar 72,75 GW, naik menjadi 74,53 GW pada 2021.

Tren pertumbuhan berlanjut pada 2022 menjadi 83,81 GW, kemudian meningkat lagi menjadi 91,17 GW pada 2023, hingga mencapai 107,51 GW pada 2025.

Seiring dengan peningkatan kapasitas, konsumsi listrik per kapita nasional juga mengalami kenaikan signifikan. Pemerintah menargetkan konsumsi listrik per kapita sebesar 1.464 kilowatt hour (kWh) pada 2025.

Realisasinya melampaui target, mencapai 1.584 kWh atau 108,2% dari sasaran yang ditetapkan. Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan permintaan listrik sekaligus pemerataan akses energi, termasuk ke wilayah terpencil.

"Jadi konsumsi kita naik. Kalau konsumsi naik, itu artinya terjadi pertumbuhan permintaan, dan itu kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Dan yang kedua adalah terjadi juga pemerataan," ujar Bahlil.

Baca Juga: Mandatori Etanol di 2027, Kementerian ESDM Matangkan Regulasi dan Insentif Fiskal

Menurut Bahlil, peningkatan konsumsi listrik per kapita tidak terlepas dari keberhasilan Program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Sepanjang 2025, Program Listrik Desa telah direalisasikan di 1.516 lokasidengan menjangkau 77.616 pelanggan.

Sementara itu, hingga 31 Desember 2025, program BPBL telah terealisasi untuk 205.968 rumah tangga.

Ke depan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan sektor ketenagalistrikan, termasuk peningkatan kapasitas pembangkit sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang telah ditetapkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.