Akurat

ESDM Buka Kuota Impor BBM SPBU Swasta, Segini Besarannya

Dedi Hidayat | 6 Januari 2026, 09:30 WIB
ESDM Buka Kuota Impor BBM SPBU Swasta, Segini Besarannya

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal kouta impor bahan bakar minyak yang diberikan kepada SPBU swasta untuk 2026.

Dirjen Migas ESDM, Laode Sulaeman mengatakan stok BBM untuk SPBU swasta untuk 2026 sudah disalurkan.

Terkait dengan berapa besaran volume dan penambahan kouta yang diberikan kepada SPBU swasat, Laode tidak menjelaskan secara gamblang.

Baca Juga: Kementerian ESDM Izinkan Tambang Beroperasi 25 Persen Padahal RKAB 2026 Belum Terbit

Namun, dirinya menyebut penambahan kouta BBM pada tahun ini tidak jauh beda seperti penambahan pada tahun 2025 atau sebesar 10%z

“Mirip lah (sekitar 10 persen). Nanti tanya kepada SPBU swastanya. Tanya saja,” kata Laode saat ditemui di BPH Migas, Senin (5/1/2026) malam.

Lebih lanjut, Laode menegaskan bahwa SPBU swasta kini telah diperbolehkan kembali melakukan impor BBM, dan kebijakan tersebut sudah mulai berlaku.

Dengan dibukanya kembali akses impor bagi SPBU swasta, Laode memastikan bahwa kondisi pasokan BBM seharusnya sudah berada dalam kondisi normal, bukan sekadar menuju normal.

“Bukan segera normal, harusnya sudah normal. Kan kita tidak ada menghentikan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan, seluruh SPBU swasta telah mengajukan usulan kuota BBM untuk tahun 2026 dan saat ini proses tersebut berada pada tahap finalisasi di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).

Baca Juga: Produksi Nikel dan Batu Bara 2026 Disesuaikan, ESDM: Bukan Dipangkas

“SPBU swasta sudah mengajukan kuota untuk 2026. Seharusnya itu sudah tahap penyelesaian di Ditjen Migas,” kata Yuliot saat ditemui di Kementerian ESDM dikutip, Sabtu (3/1/2026).

Terkait besaran kuota masing-masing SPBU swasta, Yuliot menjelaskan bahwa penetapannya akan disesuaikan dengan realisasi penjualan BBM pada tahun sebelumnya, serta mempertimbangkan asumsi pertumbuhan konsumsi.

Namun demikian, Yuliot menegaskan bahwa pemerintah belum dapat memastikan besaran kenaikan kuota BBM untuk SPBU swasta pada tahun depan. Pasalnya, data realisasi penjualan sepanjang tahun 2025 masih dalam proses konsolidasi.

“Kita akan lihat terlebih dahulu. Ini kan berapa realisasi penjualan tahun 2025 kan kita belum dapat. Ini lagi dikonsolidasikan sama Dirjen Migas,” tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.