Akurat

Minyak Dunia Menguat Tipis di Tengah Isu Politik Venezuela dan Iran

Andi Syafriadi | 5 Januari 2026, 14:30 WIB
Minyak Dunia Menguat Tipis di Tengah Isu Politik Venezuela dan Iran

AKURAT.CO Harga minyak dunia bergerak naik tipis pada perdagangan awal pekan ini seiring pelaku pasar mencermati potensi dampak gejolak politik di Venezuela terhadap pasokan global.

Dikutip dari laman Reuters, Senin (5/1/2026) berdasarkan data perdagangan Senin (waktu setempat), harga minyak mentah Brent naik 17 sen menjadi USD60,92 per barel, setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 11 sen ke level USD57,43 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Tipis Usai Kesepakatan Dagang AS-Uni Eropa

Kenaikan tipis ini terjadi di tengah perhatian investor terhadap perkembangan politik di Venezuela, negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa pihaknya telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dari Caracas pada akhir pekan lalu.

Trump juga menyatakan Washington akan mengambil alih kendali negara produsen minyak tersebut, serta menegaskan bahwa embargo AS terhadap seluruh minyak Venezuela tetap diberlakukan sepenuhnya.

Di sisi lain, seorang pejabat tinggi Venezuela menyatakan pada hari Minggu bahwa pemerintah negara itu akan tetap bersatu di belakang Maduro.

Baca Juga: Bahlil: Doa dan Ikhtiar Jadi Kunci Hadapi Kenaikan Harga Minyak Dunia

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang disebut OPEC+, memutuskan untuk menahan produksi mereka pada hari Minggu.

Para analis juga mengamati reaksi Iran setelah Trump mengancam pada hari Jumat untuk campur tangan dalam penindakan terhadap protes di negara produsen OPEC tersebut, yang meningkatkan ketegangan geopolitik.

Setidaknya 16 orang tewas selama seminggu kerusuhan di Iran, kata kelompok hak asasi manusia pada hari Minggu, seiring protes atas inflasi yang melonjak menyebar ke seluruh negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.