Akurat

ICP Oktober 2025 Turun ke USD63,63 per Barel, Dirjen ESDM: Pengaruh Kesepakatan OPEC+

Yosi Winosa | 21 November 2025, 23:36 WIB
ICP Oktober 2025 Turun ke USD63,63 per Barel, Dirjen ESDM: Pengaruh Kesepakatan OPEC+

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menentapkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) bulan Oktober 2025 sebesar USD63,62 per barel.

Adapun, harga ini mengalami penurunan sebesar USD3,19 per barel dibandingkan dengan harga bulan September lalu yang dipatok sebesar US66,81 per barel.

Penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional, antara lain kesepakatan negara-negara OPEC+ yang merencanakan peningkatan suplai minyak untuk November 2025 sebesar 137 ribu barel per hari, di tengah kekhawatiran pasar atas kelebihan pasokan minyak global.

Penetapan ICP Oktober 2025 sebesar USD63,62 per barel, tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 351.K/MG.01/MEM.M/2025 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Oktober 2025 tanggal 10 November 2025.

“Penurunan ketegangan geopolitik timur tengah dengan tercapainya gencatan senjata antara Israel dengan Hamas telah menurunkan kekhawatiran pasar pada kelancaran pasokan minyak dari timur tengah, turut memengaruhi penurunan harga minyak mentah,” kata Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman dikutip dari laman Ditjen Migas ESDM, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga: Risiko Geopolitik Meningkat, ICP September Naik Jadi USD66,81 per Barel

Lebih lanjut, Laode menjelaskan terkait pasokan minyak mentah dunia, berdasarkan laporan OPEC, produksi minyak mentah DoC pada bulan September meningkat sebesar 630 ribu barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya, dengan rata-rata 43,05 juta barel per hari. 

Selain itu, IEA melaporkan bahwa pengolahan minyak mentah global diperkirakan mencapai titik terendah musiman sebesar 81,6 juta barel per hari pada bulan Oktober, hampir 4 juta barel per hari di bawah level rekor pengolahan pada bulan Juli. Hal ini dikarenakan pemeliharaan berkala kilang minyak terutama di kawasan belahan bumi bagian utara.

“Faktor lain yang memengaruhi penurunan minyak mentah bulan Oktober 2025 adalah tren peningkatan nilai tukar mata uang US dolar terhadap mata uang utama Dunia di bulan Oktober turut menekan harga minyak dunia,” tambahnya.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh produsen utama minyak, Arab Saudi, yang memotong harga penjualan resmi minyak mentah (OSP) untuk para pembeli di Asia.

Langkah ini, kata Laode dilakukan di tengah permintaan yang melemah di kawasan tersebut dan penurunan margin kilang. Harga minyak Arab Light untuk bulan Oktober dipotong sebesar USD1,40 per barel.

“Selain itu penurunan tersebut, diakibatkan oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi di China yang turut menekan pertumbuhan ekonomi regional,” tutur Laode.

Adapun, berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Oktober 2025 dibandingkan September 2025 yang mengalami penurunan:

  • Dated Brent turun sebesar USD3,27/bbl dari USD68,02/bbl ke USD64,75 bbl
  • WTI (Nymex) turun sebesar USD3,46 bbl dari USD63,53/bbl ke USD60,07/bbl
  • Brent (ICE) turun sebesar USD3,63/bbl dari USD67,58/bbl ke USD63,95/bbl
  • Basket OPEC turun sebesar USD5,25/bbl dari USD70,39/bbl ke USD65,14/bbl
  • Rata-rata ICP turun sebesar USD3,19/bbl dari USD66,81/bbl ke USD63,62/bbl

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.