Bappenas Luncurkan Peta Jalan Water, Energy, Food Nexus Indonesia
Hefriday | 10 Desember 2025, 17:48 WIB

AKURAT.CO Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa kemampuan suatu bangsa dalam mengelola air, energi, dan pangan menjadi penentu utama keberlanjutan peradaban.
Rachmat menjelaskan, sejak zaman kuno hubungan antara air, energi, dan pangan selalu menjadi fondasi kemajuan suatu masyarakat.
"Saya contohkan seperti, sistem irigasi Dujiangyan di China yang dibangun pada 150 SM sebagai bukti bagaimana keseimbangan pengelolaan air dan tanah menjadi kunci keberlangsungan kehidupan," ujarnya dalam Peluncuran Peta Jalan Water, Energy, Food (WEF) Nexus Indonesia di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Menurutnya, kondisi serupa kini kembali menjadi tantangan besar di era industri modern. Pertumbuhan penduduk dan kebutuhan produksi yang meningkat membuat sektor pangan dan energi bergantung pada penggunaan air dalam jumlah besar.
Tekanan terhadap sumber daya tersebut kian terasa, terutama bagi negara yang memiliki cadangan alam terbatas seperti Indonesia.
Karena itu, Rachmat menilai Indonesia perlu mengintegrasikan pengelolaan air, energi, dan pangan dalam satu kerangka strategis. Pendekatan ini dianggap penting untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan, mulai dari pengentasan kelaparan hingga penyediaan air bersih dan energi yang ramah lingkungan.
Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, integrasi tersebut juga selaras dengan mandat AstaCita yang menempatkan kemandirian pangan, energi, dan air sebagai pilar vital untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.
Dalam visi itu, Bappenas menerjemahkannya ke dalam trisula pembangunan: pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas SDM, serta percepatan ekonomi berkelanjutan.
“Pertanyaannya kini adalah bagaimana Indonesia mencapai tujuan-tujuan tersebut. Peristiwa hari ini sangat penting, tetapi keberhasilannya membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rachmat.
Dirinya menekankan bahwa keterkaitan antara air, energi, dan pangan harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan pembangunan ke depan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bappenas bekerja sama dengan Pemerintah Inggris dan United Nations Development Programme (UNDP) meluncurkan Peta Jalan WEF Nexus Indonesia.
Roadmap ini dilengkapi dengan digital decision support, sistem pendukung keputusan berbasis data yang dirancang untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya nasional.
Rachmat menyebut peta jalan ini sebagai mercusuar bagi negara-negara lain karena menawarkan model terpadu yang dapat direplikasi dalam mengatasi tantangan lingkungan dan sumber daya global.
Dirinya menilai pendekatan itu tidak hanya memperkuat ketahanan Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi penting terhadap pembangunan berkelanjutan dunia.
Dukungan terhadap peluncuran peta jalan juga datang dari Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Air, Retno Marsudi. Retno menyebut peluncuran ini sebagai tonggak perubahan paradigma pembangunan global yang sebelumnya berjalan secara sektoral.
Menurut Retno, pendekatan lama yang memisahkan sektor air, energi, dan pangan tidak lagi relevan di tengah kompleksitas tantangan saat ini. Ia menekankan pentingnya integrasi dan koherensi kebijakan agar masyarakat tidak dirugikan akibat kegagalan dalam menghubungkan ketiga sektor vital tersebut.
“Ketika kita gagal menghubungkan keterkaitan air, energi, dan pangan, masyarakat-lah yang menanggung dampaknya. Karena itu pendekatan nexus menjadi sangat penting,” tegas Retno.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










