LAN RI Ambil Peran Orkestrator Kompetensi ASN untuk Program Prioritas

AKURAT.CO Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI mengumumkan pergeseran besar dalam perannya terhadap pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Tidak lagi sekadar institusi penyelenggara pelatihan, LAN kini mengambil peran strategis sebagai Orkestrator yang mengoordinasikan seluruh ekosistem pembelajaran ASN secara nasional.
Kepala LAN RI, Muhammad Taufiq, menegaskan bahwa perubahan ini mendesak dilakukan untuk menjawab kebutuhan birokrasi yang makin kompleks dan cepat berubah. Menurutnya, restrukturisasi peran LAN dilakukan agar setiap program pelatihan ASN tidak lagi berjalan parsial, melainkan selaras dengan arah kebijakan pemerintah.
Baca Juga: SIBANGKOM Diluncurkan, LAN RI Revolusi Sistem Kompetensi ASN Nasional
“LAN berkomitmen meninggalkan pola kerja yang terkotak-kotak. Kami siap mengambil peran sebagai Center of Excellence yang membangun standar, metodologi, dan orkestrasi pembelajaran ASN agar berjalan terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Taufiq di Jakarta.
Dengan Kementerian PANRB sebagai Policy Anchor, LAN menyiapkan seperangkat standar dan metodologi baru untuk memastikan pengembangan kompetensi ASN berjalan terpadu. Pendekatan orkestratif ini memungkinkan setiap instansi memiliki panduan yang sama dalam penyusunan kurikulum, pengukuran kompetensi, hingga manajemen talenta.
Kurikulum ASN Corporate University menjadi salah satu fokus pembaruan. LAN menegaskan bahwa desain kurikulum telah selaras dengan program prioritas pemerintahan baru, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga implementasi Sekolah Unggulan dan Makan Bergizi Gratis. Kurikulum dibuat agile sehingga fleksibel mengikuti perubahan isu nasional tanpa mengurangi kualitas.
Transformasi kelembagaan ini juga dibarengi dengan penguatan akuntabilitas publik. LAN melaporkan realisasi anggaran tahun 2025 yang mencapai Rp 271,9 miliar atau 82,35% per 5 Desember 2025. Taufiq menilai tingkat penyerapan tersebut menunjukkan bahwa reformasi yang dijalankan tidak mengorbankan efisiensi fiskal.
Baca Juga: NFLF-LAN Awards 2025 Upaya Membangun Ekosistem ASN Terbuka dan Terintegrasi
Tidak berhenti pada penyusunan standar, LAN juga berupaya memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk pemerintah daerah. Mengingat ASN merupakan ujung tombak layanan publik, seragamnya kompetensi di berbagai level pemerintahan dianggap penting untuk memastikan program-program strategis pemerintah berjalan efektif.
Di akhir pemaparan, Taufiq mengajak seluruh pihak termasuk media, kementerian, dan lembaga daerah menjaga sinergi dalam mengawal peningkatan kualitas SDM aparatur. “Penguatan kompetensi ASN adalah kebutuhan mutlak, bukan pilihan. Mari kita kawal bersama agar birokrasi Indonesia siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









