Didominasi Batu Bara, PNBP Sektor Minerba 2025 Dipastikan Tercapai

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (Minerba) pada 2025 sesuai dengan yang ditargetkan Rp124,5 triliun.
Direktur Penerimaan Mineral dan Batu bara, Totoh Abdul Fatah menyampaikan kontribusi sektor minerba terhadap penerimaan negara cukup besar. Dirinya menyebut sejak tahun 2022, setoran penerimaan negara dari sektor minerba melewati setoran dari sektor minyak dan gas (Migas).
"Jadi dulu, sebelum tahun 2021, kontribusi ESDM itu didominasi oleh migas. Tetapi mulai tahun 2022 itu disalip oleh Minerba. Bahkan pada tahun 2022, itu mencapai penerimaan negara sampai Rp183,5 triliun," kata Toto dalam agenda Brown to Green Conference, Rabu (3/12/2025).
Baca Juga: PNBP Sektor Minerba Capai Rp114 Triliun per November, 92 Persen dari Target 2025
Dalam paparannya, Totoh menampilkan bahwa sampai dengan bulan November 2025 PNBP sektor minerba mencapai dengan Rp117,2 triliun. Dimana, dari total capaian tersebut 69% atau Rp81,3 triliun berasal dari sektor batu bara dan nikel berada di posisi kedua dengan capaian setoran mencapai Rp16,6 triliun.
"Jadi Batu bara itu memang salah satu penyumbang PNBP terbesar di subsektor minerba. Disusul dengan nikel 16 triliun, kemudian juga emas, kemudian juga tembaga 7 dan sisanya lainnya," ujar Totoh.
Optimis PNBP Sektor Minerba Capai Target
Ditemui pasca acara tersebut, Totoh menyampaikan bahwa pihaknya optimis PNBP dari sektor minerba mencapai target pada tahun 2025. Apalagi, sampai dengan saat ini PNBP sektor minerba sudah mencapai 96% atau sudah mencapai angka Rp120 triliun dan hanya memerlukan Rp4 triliun lagi untuk mencapai target.
"Artinya kalau kami lihat rata-rata per-bulan mencapai Rp10-Rp11 triliun dan ini tinggal Rp4 triliun lagi, pasti tercapai," tutur Totoh.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM hingga 10 November 2025 mencapai Rp200,66 triliun.
Adapun, angka ini telah mencapai 78,74% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang berada diangka Rp254,83. “Alhamdulillah dari target APBN, kita sudah bisa merealisasikan 78,74% dari target PNBP,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (11/11/2025).
Ditengah harga minyak mentah Indonesia (ICP) berada di bawah asumsi APBN, dan harga komoditas lain seperti batu bara serta mineral juga mengalami penurunan. Bahlil menegaskan bahwa tren penurunan harga komoditas tidak mengendurkan upaya pemerintah dalam menjaga penerimaan negara.
“Tapi kami tidak mau menjadikan penurunan harga ICP dan harga mineral itu kemudian untuk mengurangi target pendapatan negara,” ujarnya.
Menurut Bahlil, kebutuhan anggaran negara saat ini cukup besar, termasuk untuk mendukung berbagai program strategis di sektor energi dan sumber daya mineral. Sehingga, Ketua Umum Partai Golkar ini optimis PNBP sektor ESDM dapat tercapai bahkan melebihi target pada akhir tahun 2025.
“Insyaallah target PNBP ini bisa tercapai sampai dengan 31 Desember, mudah-mudahan bisa lebih. Sekalipun kita tahu bahwa harga komoditas sekarang lagi turun,” tutur Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










