Stabilisasi Harga, Bulog Pasok 48 Ton Beras Premium ke Batam dan Karimun
Hefriday | 27 November 2025, 18:23 WIB

AKURAT.CO Perum Bulog mengirim 48 ton beras premium ke Kota Batam dan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, sebagai langkah strategis mengamankan pasokan pangan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pengiriman ini juga ditujukan untuk menekan potensi masuknya praktik impor ilegal komoditas beras di kawasan tersebut.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan penguatan pasokan dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara optimal, terlebih Batam merupakan salah satu pusat pergerakan logistik terbesar di Indonesia.
“Untuk hari ini karena prioritas kita dorong ke Batam sebagai tindak lanjut supaya tidak ada lagi isu-isu terkait adanya impor beras,” ujar Rizal saat pelepasan 48 ton beras premium yang dikirim ke Batam dan Karimun di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Baca Juga: Penertiban Beras Oplosan Bikin Stok Beras Premium di Supermarket Langka, Pemerintah Tak Antisipatif?
Total beras yang dikirim terdiri atas 24 ton untuk Batam dan 24 ton untuk Karimun menggunakan dua kontainer. Setiap kontainer membawa 12 ton beras merek Punokawan dan 12 ton beras Setra Ramos.
Menurut Rizal, Batam adalah sentra distribusi beras untuk wilayah Kepulauan Riau dengan kebutuhan mencapai hampir 1.000 ton per bulan. Karena itu, pasokan stabil perlu dijaga agar tidak muncul celah masuknya beras impor tidak resmi.
Saat ini stok beras Bulog di gudang Batam mencapai 3.200 ton dan sekitar 250 ton di Pulau Karimun. Penambahan pasokan diharapkan memperkuat kesiapan distribusi menghadapi lonjakan konsumsi pangan pada akhir tahun.
Rizal memastikan harga beras premium Bulog tetap stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di wilayah Batam. Masyarakat, kata dia, dapat memperoleh beras berkualitas tanpa khawatir terjadi lonjakan harga menjelang libur panjang.
“Batam itu zona II, jadi HET beras premium Rp15.400 per kilogram. Namun kami jual di bawah Rp15.000 per kilogram, sekitar Rp14.900 per kilogram, sehingga menjadi yang paling kompetitif di kelasnya,” jelasnya.
Dalam kegiatan pelepasan pengiriman, Bulog turut menunjukkan kondisi kontainer yang disegel untuk memastikan transparansi dan meyakinkan publik bahwa distribusi dilakukan sesuai prosedur.
Pengiriman beras ke Batam diperkirakan tiba pada Rabu, 3 Desember 2025, sehingga segera dapat didistribusikan untuk mendukung kesiapan kebutuhan masyarakat sepanjang musim liburan Natal dan Tahun Baru.
Bulog juga berencana memperluas distribusi beras premium ke wilayah Indonesia Timur, terutama Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Papua mengingat tingginya kebutuhan masyarakat pada momentum keagamaan akhir tahun.
Selain itu, Rizal menegaskan cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 3,8 juta ton secara nasional.
Dirinya memastikan Indonesia tidak memerlukan impor beras, apalagi produksi dalam negeri meningkat signifikan berkat peningkatan teknologi dan produktivitas petani.
“Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menyampaikan bahwa Indonesia swasembada pangan di berbagai forum internasional, termasuk di PBB dan KTT G20,” ujar Rizal.
Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,77 juta ton hingga akhir tahun, sehingga ketersediaan stok dipastikan aman hingga awal 2026.
Pasokan beras premium Bulog sendiri mencapai hampir 150 ribu ton yang tersimpan di sejumlah gudang besar di Jakarta, Surabaya, Bandung, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.
Untuk wilayah Indonesia Timur, pengiriman akan dilakukan melalui Sulawesi Selatan agar waktu tempuh lebih efisien dan biaya logistik lebih rendah, sehingga beras dapat tiba sebelum puncak kebutuhan.
Rizal menegaskan Bulog akan terus menjaga ketersediaan beras premium dan medium sebagai komitmen dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Apalagi mendekati Natal dan tahun baru. Ini menjadi tugas dan kewajiban Bulog untuk menjamin tersedianya beras bagi masyarakat,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










