AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah sebagai langkah terobosan besar untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Menurutnya, kebijakan tersebut memperlihatkan perhatian serius Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan gizi masyarakat.
Zulkifli menyampaikan pandangannya saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih periode 2025–2030 di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Dirinya menegaskan bahwa urusan makan bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi faktor penting yang menentukan arah peradaban.
“Dalam banyak kitab disebutkan bahwa makan itu sangat penting. Makanan menentukan bagaimana manusia berkembang. Karena itu, kebijakan ini sangat revolusioner. Presiden memahami masalahnya dan juga tahu solusinya,” ujar Zulkifli.
Dirinya menjelaskan, ragam makanan di Indonesia merupakan hasil perjalanan panjang sejarah dan percampuran berbagai pengaruh budaya. Faktor politik, ekonomi, budaya, hingga agama turut membentuk keberagaman kuliner Nusantara yang dikenal hari ini.
Zulkifli kemudian mengenang masa kecilnya di sebuah desa di Lampung. Pada masa itu, ia lebih banyak mengonsumsi ubi, buah-buahan hutan, daging kerbau, dan ikan merupakan makanan yang tersedia secara alami di lingkungan pedesaan.
Namun, seiring masuknya pengaruh luar dari Vietnam, Filipina, hingga China, jenis pangan yang beredar di Indonesia semakin beragam.
Komoditas seperti beras, kedelai, sapi, mi, dan ayam broiler mulai menjadi bagian dari konsumsi masyarakat. Keberagaman tersebut, menurutnya, pernah menopang peningkatan kecerdasan masyarakat Indonesia.
Pada dekade 1980-an, rata-rata tingkat kecerdasan (IQ) Indonesia disebut berada pada level yang sebanding dengan China dan Korea Selatan.
Kini kondisi itu berubah. Zulkifli menilai penurunan rata-rata IQ masyarakat Indonesia menjadi indikator adanya masalah pada kecukupan asupan gizi. Dampaknya dirasakan pada produktivitas, kreativitas, serta kualitas fisik generasi muda.
“Presiden memahami betul bahwa makan berdampak besar bagi ekonomi, budaya, produktivitas, dan kreativitas anak-anak kita. Karena itu, pemenuhan gizi harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Atas dasar itu, pemerintah melaksanakan program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah sebagai intervensi untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak sejak dini. Dirinya berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan kecerdasan, daya saing, dan ketahanan fisik generasi masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









