Akurat

82 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Bangun Ekonomi Desa Modern

Demi Ermansyah | 24 November 2025, 20:50 WIB
82 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Bangun Ekonomi Desa Modern

AKURAT.CO Pemerintah tengah mengebut pembentukan lebih dari 82 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa terbesar dalam sejarah Indonesia.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menyebut Kopdes akan menjadi fondasi baru ekonomi nasional berbasis desa.

Dalam acara Indonesia Punya Kamu yang digelar Garuda TV dan Universitas Airlangga (UNAIR), Ferry menyampaikan bahwa koperasi desa menjadi instrumen penting dalam menjalankan perintah Presiden Prabowo: membangun ekonomi dari desa.

Baca Juga: Kemenkop Dorong Biomassa Jadi Sumber Pendapatan Baru Desa

“Selama ini desa tersisih oleh tengkulak dan rentenir. Melalui Kopdes Merah Putih, desa harus menjadi pusat produksi dan distribusi, bukan lagi objek ekonomi,” kata Ferry.

Kopdes akan memiliki fungsi ganda, mulai dari menyalurkan kebutuhan pokok warga, menjadi tempat jual beli panen, hingga menampung dan memasarkan produk UMKM lokal. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan gerai sembako modern, klinik kesehatan, lembaga keuangan mikro, gudang desa, hingga truk distribusi barang.

Jika setiap Kopdes memiliki 1.000 anggota, maka akan muncul tambahan lebih dari 80 juta anggota koperasi baru. Jumlah itu akan menjadikan koperasi desa sebagai kekuatan ekonomi rakyat terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Kemenkop Rebranding Koperasi Desa Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Ferry menilai model ini bukan hal baru. Banyak usaha besar di dunia yang dikendalikan koperasi, seperti FC Barcelona di Spanyol hingga Rabobank di Belanda. Ia optimistis Indonesia mampu menyaingi model tersebut jika ekosistem Kopdes berjalan optimal.

“Selama ini koperasi dianggap kecil. Sekarang kita buktikan koperasi bisa menjadi pemain besar di sektor riil,” ujarnya.

Ferry juga mengajak perguruan tinggi, termasuk UNAIR, untuk ikut masuk ke sektor produksi bersama koperasi. Produk-produk hasil inovasi kampus bisa langsung dipasarkan melalui jaringan Kopdes. “Kampus dan koperasi harus jadi produsen, bukan hanya penonton,” katanya.

Menurut Ferry, Koperasi Merah Putih menjadi tonggak perubahan besar Indonesia. “Ini saatnya koperasi menjadi pilar utama pembangunan. Kita harus berdaulat di negeri sendiri,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.