Akurat

Bulog Siapkan 100 Gudang Baru Antisipasi Anomali Cuaca

Hefriday | 20 November 2025, 15:19 WIB
Bulog Siapkan 100 Gudang Baru Antisipasi Anomali Cuaca

AKURAT.CO Perum Bulog menyiapkan strategi besar untuk menghadapi peningkatan produksi pangan tahun depan, termasuk rencana pembangunan 100 gudang baru di berbagai daerah. 

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan langkah itu menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar perusahaan.
 
Rizal menjelaskan bahwa peningkatan produksi pertanian yang diproyeksikan Kementerian Pertanian harus diimbangi dengan kesiapan penyerapan gabah dan beras oleh Bulog. 
 
Saat ini, stok beras di gudang Bulog mencapai 3,8 juta ton dan diperkirakan tersisa 3,2 juta ton pada akhir Desember. “Jumlah itu perlu segera ditambah melalui penyerapan saat panen raya Februari hingga Mei,” ujarnya saat ditemui di kantor pusat Bulog, di Jakarta Selatan, Kamis (20/1102025). 
 
Guna mengantisipasi stok yang membengkak di periode panen, Bulog mempercepat pembangunan gudang baru sesuai arahan Presiden Praboro Subianto. 
 
 
Rizal menargetkan beberapa gudang sudah dapat beroperasi pada Maret 2025 sehingga hasil panen raya dapat segera ditampung. Namun ia mengakui bahwa kapasitas 100 gudang masih belum mencukupi kebutuhan nasional.
 
Selain membangun gudang baru, Bulog juga akan menyewa gudang-gudang milik pihak lain sebagai fasilitas penyimpanan tambahan. 
 
Penggunaan teknologi penyimpanan non-konvensional seperti sistem cocoon berbahan plastik dan vakum pun mulai dipertimbangkan untuk mempercepat penanganan pascapanen.
 
Rizal menambahkan, pembangunan 100 gudang itu terdiri dari dua kelompok. Sebanyak 50 gudang dibangun di atas lahan milik Bulog, sementara 50 lainnya merupakan dukungan dari pemerintah kabupaten dan kota yang menghibahkan lahan. 
 
Lokasi pembangunan telah disinkronkan dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri agar tidak terjadi tumpang tindih.
 
Pemerataan fasilitas penyimpanan menjadi salah satu prioritas. Beberapa gudang akan dibangun di wilayah 3T, termasuk Maluku Utara dan kawasan pegunungan di Papua. 
 
Menurut Rizal, akses logistik di wilayah terpencil sering terhambat cuaca ekstrem, terutama saat musim angin barat yang membuat kapal tidak dapat berlayar.  “Dengan adanya gudang baru, masyarakat tidak perlu menunggu lama saat suplai terganggu,” katanya.
 
Bulog juga menyiapkan sistem komando terintegrasi dalam rantai koordinasi pangan. Instruksi dari Presiden, Menteri Pertanian, serta Kepala Badan Pangan Nasional akan dipadukan dalam satu jalur komando hingga ke seluruh jajaran Bulog. “Modelnya seperti di TNI. Satu komando untuk memperkuat eksekusi di lapangan,” ujar Rizal.
 
Terkait kapasitas, 100 gudang baru diproyeksikan mampu menampung hingga 1 juta ton beras. 
 
Kapasitas setiap gudang berbeda-beda, mulai dari gudang kecil dengan daya tampung 3.500 ton, kelas menengah 7.000 ton, hingga kelas besar 14.000 ton. Penentuan kapasitas disesuaikan dengan potensi produksi di masing-masing daerah.
 
Bulog juga menargetkan ketersediaan stok ideal pada akhir tahun berada di kisaran minimal 3 juta ton. Dengan proyeksi stok mencapai 3,2 juta ton, perusahaan optimistis target tersebut dapat tercapai. 
 
Sementara itu, penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada pada rata-rata 5.000 ton per hari.
 
Bulog tidak menutup peluang memperluas peran hingga level global. Jika produksi nasional benar-benar melampaui kebutuhan, Bulog mempertimbangkan skema ekspor beras. 
 
“Kalau kita sudah overload dan ada permintaan dari negara sahabat, termasuk yang tengah menghadapi kesulitan seperti Palestina, tentu akan kami kaji,” ujar Rizal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa