Akurat

Freeport McMoRan Targetkan Pemulihan Penuh Operasi Grasberg pada Kuartal II-2026

Dedi Hidayat | 19 November 2025, 11:57 WIB
Freeport McMoRan Targetkan Pemulihan Penuh Operasi Grasberg pada Kuartal II-2026

AKURAT.CO Freeport-McMoRan (FCX) mengumumkan rencana pemulihan produksi skala besar dari operasi Grasberg milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah setelah insiden longsor yang terjadi pada bulan September lalu.

Adapun, rencana ini dilakukan setelah perusahaan berhasil memulai kembali produksi dari dua tambang bawah tanah yang tidak terdampak, yaitu Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan, pada akhir Oktober 2025.

Presiden dan CEO Freeport-McMoRan, Kathleen Quirk mengatakan remediasi sedang dimajukan untuk mempersiapkan dimulainya kembali dan peningkatan bertahap tambang bawah tanah Grasberg Block Cave yang dimulai pada kuartal kedua tahun 2026.

Kathleen menambahkan tim dari FCX berkomitmen untuk memulihkan produksi skala besar dan berbiaya rendah di Grasberg dengan cara yang aman, efisien, dan bertanggung jawab.

"Kami telah mengintegrasikan pembelajaran dari insiden tragis baru-baru ini ke dalam rencana masa depan kami dan sedang menerapkan beberapa inisiatif untuk mengatasi kondisi yang menyebabkan insiden itu. Kami akan terus memprioritaskan keselamatan di atas segalanya seiring kami memulihkan operasi dan berupaya memberikan manfaat bagi banyak pemangku kepentingan kami," kata Kathleen dikutip dari laman FCX, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga: Tak Terdampak Longsor, Kementerian ESDM Beri Sinyal Tambang Big Gossan dan DMLZ Freeport Kembali Beroperasi

Berdasarkan rencana pemulihan tersebut, FCX memperkirakan produksi tembaga dan emas PTFI pada 2026 akan berada pada tingkat yang sama dengan target 2025, yakni sekitar 1,0 miliar pon tembaga dan 0,9 juta ons emas.

Produksi diproyeksikan terus meningkat sepanjang 2026 dan 2027, dengan rata-rata output tahunan mencapai sekitar 1,6 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas untuk periode 2027-2029. Sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada investor, Freeport akan menggelar konferensi telepon dengan analis sekuritas. 

Agenda pertemuan mencakup pembahasan insiden terdahulu, rencana operasional ke depan, serta pembaruan bisnis global perusahaan dan inisiatif untuk memperkuat pasokan komoditas tembaga yang makin dibutuhkan dunia.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi sinyal dimulainya pertambangan di site Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) usah insiden longsor.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa tambang milik Freeport di Grasberg Papua memiliki banyak area. Namun, area yang terdampak langsung oleh musibah itu hingga kini belum diizinkan beroperasi kembali. “Tambang di sana itu kan ada dua. Di bagian yang kena musibah itu kita belum melakukan pergerakan apa-apa sambil kita mempelajari,” kata Bahlil di Kementerian ESDM dikutip, Selasa (11/11/2025).

Bahlil menjelaskan bahwa wilayah operasi tambang bawah tanah Freeport sangat luas, dengan jaringan terowongan yang jika diluruskan mencapai lebih dari 300 kilometer. Dari keseluruhan area tersebut, terdapat bagian yang tidak terdampak insiden dan kini sedang dikaji untuk bisa kembali berproduksi.

“Ada bagian yang memang tidak ada kaitannya dengan musibah Ini lagi di-exercise untuk bagaimana bisa kita produksi. Karena kalau tidak kita produksi Itu dampaknya nanti kepada pendapatan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengonfirmasi bahwa Freeport telah mengajukan permohonan untuk kembali beroperasi di dua area tambang bawah tanahnya Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ). “Sudah, sepertinya sudah,” ucap Tri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.