Akurat

Aptrindo Minta Pembatasan Truk Nataru Tak Berlarut-Larut

Dedi Hidayat | 19 November 2025, 11:30 WIB
Aptrindo Minta Pembatasan Truk Nataru Tak Berlarut-Larut

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana untuk membatasi operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas atau truk hingga tronton pada saat periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) 2025/2026.

Rencana pembatasan ini merupakan hasil evaluasi pergerakan di jalan raya saat masa libur Nataru tahun lalu atau 2024/2025. Rencana pembatasan operasional truk saat libur Nataru dinilai Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) perlu dijalankan jangan terlalu lama.

Ketua Umum Aptrindo, Gemilang Tarigan menyampaikan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan adanya rencana ini. Namun, dirinya memita agar pembatasan ini tidak dilakukan terlalu lama.

Baca Juga: Kemenhub Perketat Pengawasan Transportasi Jelang Nataru 2025/2026

"Kita (Aptrindo) berharap tidak terlalu lama dibatasi," kata Gemilang kepada Akurat, Rabu (19/11/2025).

Perlu Ada Alternatif Lain dari Pemerintah

Senada dengan Aptrindo, pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan pembatasan bagi operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas tidak dilakukan terlalu lama.

Dirinya pun meminta agar pemerintah dalam hal ini Kemenhub segera menetapkan kapan tanggal dimulai dan berakhirnya pembatasan truk saat Nataru2025/2026.

"Karena mereka juga bisnis kan. Kalau dia menggagu bisnisnya, logistiknya jadi terganggu juga. Jadi jangan terlalu lama. Lalu soal-soal itu (wacana pembatasan) segera saja kapan mulainya biar mereka bisa merencanakan," ucap Djoko.

Lebih lanjut, Djoko menuturkan jika wacana pembatasan operasional truk dilakukan, pemerintah perlu memberikan stimulus atau alternatif bagi pengusaha logistik.

Baca Juga: Truk Sumbu Tiga Dibatasi, Kemenhub Atur Lalin Jelang Nataru

Djoko mencontoh, jika truk tidak bisa beroperasi saat Natraru, masih ada kereta yang menjadi alternatif pengantaran logistik. Namun, perlunya campura tangan pemerintah agar harga pengantaran logistik lewat kereta mendapatkan subsidi.

"Harus berfikir sekarang menggunakan kereta. Alihkan ke kereta. Namun tarifnya jangan mahal dan pemerintah memberi subsidi," tuturnya.

Kemenhub Berencana Batasi Operasional Truk

Kemenhub telah siapkan strategi utama guna antisipasi kepadatan lalu lintas pada Nataru 2025/2026, khsususnya di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan menjelaskan sejumlah strategi yang disusun berdasarkan data dan hasil evaluasi penyelenggaraan angkutan Nataru sebelumnya.

Penambahan kapasitas jalan jadi salah satu strategi, menurut Aan, kapasitas jalan saat ini tidak bisa menampung kendaraan saat libur Nataru, karena diprediksi akan ada peningkatan pergerakan masyarakat. Khusus di ruas jalan menuju tempat wisata, Aan menyebut, dapat menjalankan strategi ganjil genap sebagai antisipasi agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas.

“Untuk menambah kapasitas jalan, kita bisa melakukan one way, contra flow, atau ganjil genap terutama di jalur menuju tempat wisata sehingga volume kendaraan yang banyak itu masih bisa kita tampung. Silakan para pemangku kepentingan yang ada di daerah ini berkoordinasi, supaya tidak terjadi lagi kemacetan di jalur-jalur wisata,” kata Aan dalam keterangannya dikutip, Senin (17/11/2025).

Selain itu, Aan menyampaikan berdasarkan evaluasi penyelenggaraan Nataru tahun lalu, pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas juga bisa menjadi strategi guna menjamin kelancaran arus lalu lintas, terutama di ruas jalan tol.

"Demi kelancaran dan keselamatan dapat melakukan pembatasan angkutan sumbu tiga ke atas. Saat ini kami sudah membuat draf terkait aturan pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas selama Nataru 2025/2026,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.