Jasamarga Prediksi Arus Balik Tahun Baru 2026 Puncak 4 Januari

AKURAT.CO PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memprediksi arus balik Tahun Baru 2026 akan terjadi pada tanggal 4 Januari 2026 dengan proyeksi volume mencapai 51.071 kendaraan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, JTT telah menyiapkan dan mengoptimalkan kesiapan layanan operasional sejak dini di empat ruas utama Jalan Tol Trans Jawa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman, nyaman, dan lancar di tengah potensi peningkatan volume lalu lintas menjelang Tahun Baru 2026.
Empat ruas Trans Jawa Tol yang menjadi fokus kesiapan layanan arus balik meliputi Ruas Jakarta–Cikampek, Ruas Palimanan–Kanci, Ruas Semarang Seksi A,B,C, serta Ruas Surabaya–Gempol. Keempat ruas tersebut merupakan koridor strategis yang menopang pergerakan kendaraan dari wilayah timur menuju wilayah barat Pulau Jawa pada periode arus balik Nataru.
Baca Juga: Jasa Marga Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan Lalin Nataru 2025/2026
Berdasarkan pemantauan dan proyeksi lalu lintas, JTT mengidentifikasi dua periode peningkatan volume kendaraan. Peningkatan pertama diperkirakan mulai terjadi pada tanggal 28 Desember 2025.
Terlihat dengan telah diberlakukannya rekayasa lalu lintas berupa contraflow sejak pukul 16.16 WIB dan sampai dengan berita ini disampaikan masih diberlakukan di Ruas Jakarta–Cikampek, dari KM 70 hingga KM 47, seiring meningkatnya arus kendaraan yang bergerak menuju wilayah barat.
"Sementara itu, peningkatan volume lalu lintas pada periode arus balik libur Tahun Baru 2026 diprediksi terjadi pada 4 Januari 2026, dengan proyeksi volume mencapai 51.071 kendaraan atau meningkat sekitar 34% dibandingkan lalu lintas normal," kata VP. Corporate Secretary and Legal JTT, Ria Marlinda Paallo dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).
Sebagai bagian dari kesiapan operasional, JTT mengoptimalkan pengaturan lalu lintas terpadu, pengoperasian gardu tol secara maksimal, serta penyiagaan petugas di titik-titik strategis seperti gerbang tol, rest area, dan lokasi rawan kepadatan.
Seluruh personel disiagakan selama 24 jam untuk memastikan pelayanan berjalan optimal serta respons cepat terhadap dinamika lalu lintas di lapangan.
Selain kesiapan sumber daya manusia, JTT memastikan seluruh ruas dalam kondisi laik operasi melalui pemantauan lalu lintas secara real time.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran, Jasamarga Terapkan One Way dari Kalikangkung hingga GT Cikampek
Koordinasi intensif juga terus dilakukan bersama Kepolisian terkait dengan pemberlakuan rekayasa lalu lintas, serta dukungan kebijakan dari Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait lainnya dalam rangka pengelolaan lalu lintas dan pengendalian arus kendaraan selama periode arus balik Nataru.
Untuk mendukung kelancaran distribusi lalu lintas dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, JTT juga memberlakukan diskon tarif tol sebesar 20% pada tanggal 31 Desember 2025 pukul 00.00–24.00 WIB di ruas-ruas Trans Jawa Tol yang dikelola, sesuai ketentuan yang berlaku.
"Program ini diharapkan dapat mendorong pengaturan waktu perjalanan pengguna jalan sehingga kepadatan dapat terurai secara lebih merata," ujar Ria.
JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa agar merencanakan perjalanan dengan baik, mengatur waktu perjalanan guna menghindari jam puncak, serta memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima.
Pengguna jalan juga diharapkan mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas, serta meningkatkan kewaspadaan terutama pada kondisi cuaca yang menunjukkan intensitas hujan yang cukup tinggi yang dapat memengaruhi jarak pandang dan keselamatan berkendara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









