Akurat

Nataru 2025/2026, Okupansi Penerbangan ke Bali Tembus 94 Persen

Dedi Hidayat | 29 Desember 2025, 19:41 WIB
Nataru 2025/2026, Okupansi Penerbangan ke Bali Tembus 94 Persen

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan menyampaikan pelayanan penerbangan dari dan ke Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai - Bali, berjalan dengan baik dan terlayani saat masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi terhadap data operasional penerbangan, pergerakan penumpang, serta kesiapan fasilitas dan personel pendukung di lapangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa ketersediaan kapasitas penerbangan selama periode Nataru tetap terjaga.

Baca Juga: Mudik Gratis Nataru, Kemenhub Pastikan 75 Bus Laik Jalan

Hal ini seiring dengan tingginya permintaan perjalanan udara masyarakat, tercatat sebanyak 82.445 penumpang lebih tinggi dari periode nataru 2024/2025 yang berjumlah 81.500 penumpang.

“Tingkat keterisian penumpang berada pada level tinggi dan maskapai telah merealisasikan penambahan penerbangan atau extra flight untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” kata Lukman dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat bahwa pada periode 18 hingga 29 Desember 2025, telah diterbitkan sebanyak 285 ijin terbang/ Flight Approval (FA) untuk extra flight dari dan ke I Gusti Ngurah Rai - Bali.

Dari jumlah tersebut dan telah terealisasi 267 penerbangan, hal ini menunjukkan tingkat realisasi yang tinggi dan mencerminkan kesiapan serta optimalisasi operasional penerbangan dalam mendukung kebutuhan angkutan udara masyarakat selama periode libur akhir tahun.

Tingkat keterisian (load factor) penumpang pada sejumlah rute utama domestik tercatat tinggi. Salah satunya pada rute Jakarta (CGK) - Denpasar (DPS) yang mencatat rata-rata load factor sebesar 94 persen, dengan keterisian kelas bisnis mencapai 83% dan kelas ekonomi 94%.

Pada rute tersebut, maskapai telah merealisasikan sebanyak 71 penerbangan tambahan (extra flight).

Baca Juga: Kemenhub Perkuat Keselamatan Penerbangan di Batam Jelang Nataru 2026

Tingginya tingkat keterisian ini menunjukkan bahwa kapasitas kursi yang disediakan oleh maskapai telah dimanfaatkan secara optimal, sekaligus mencerminkan besarnya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan udara selama periode libur akhir tahun.

Selain dari sisi keterisian penumpang, frekuensi penerbangan menuju Bali juga tetap terjaga.

Jumlah penerbangan rute CGK–DPS berada pada kisaran 32 hingga 45 penerbangan per hari dengan penyesuaian operasional yang lazim terjadi selama periode libur panjang.

Ditjen Perhubungan Udara juga mencermati bahwa dinamika kunjungan wisatawan ke Bali saat ini juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca, genangan air (banjir) akibat curah hujan tinggi, serta penanganan sampah di sejumlah wilayah di Bali, namun demikian, faktor-faktor tersebut tidak berdampak terhadap aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami menegaskan bahwa seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Pengawasan operasional terus kami lakukan, termasuk melalui kegiatan ramp check dan pengawasan tarif, agar layanan angkutan udara selama Nataru berjalan aman dan lancar,” tegas Lukman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.