Program MBG Dorong UMKM dan Petani Tumbuh Lewat Rantai Nilai Pangan Nasional

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyediakan hidangan bergizi untuk anak-anak sekolah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi UMKM penyuplai bahan baku hingga para petani sebagai produsen utama.
Manfaat itu diakui oleh Direktur PT Azaki Food Internasional, Cucup Ruhiat menyampaikan bahwa program ini (MBG) bukan hanya soal menyediakan bahan makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), akan tetapi sebuah model ekonomi baru termasuk kebijakan yang berorientasi pada gizi anak sekolah untuk menjadi katalis pertumbuhan bagi UMKM.
“Satu rumah produksi kami bisa menyuplai lima hingga 15 dapur MBG. Sebab apabila dikalikan dengan ratusan dapur di berbagai wilayah. Program ini membuka rantai nilai baru yang memberi dampak ekonomi luas. Petani kedelai semakin hidup, produsen tempe berkembang, tenaga kerja lokal terserap, dan industri pengolahan pangan masuk dalam orbit kebijakan nasional,” tegasnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga: Kementerian PU Rampungkan Prototype Dapur MBG Berstandar Profesional di Banjar
Lebih lanjut Cucup menjelaskan bahwa dalam kerangka gotong royong, MBG terbukti bukan sekadar program sosial.
"MBG menjadi strategi ekonomi kerakyatan yang melibatkan UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem produksi pangan nasional. UMKM pun tidak hanya menjadi objek pembinaan, tetapi berperan sebagai aktor dalam pembangunan ekonomi," ucapnya.
Sebagai informasi, PT Azaki Food Internasional adalah pemasok tempe frozen ke berbagai negara. Dalam sebulan, Azaki mengekspor tidak kurang dari 150 ton tempe ke Arab Saudi, Korea, Chile, Australia, hingga Inggris.
Baca Juga: MBG Punya Dampak Ekonomi Tidak Langsung Rp900 Triliun
Omzet Azaki terus meningkat setelah memasok kebutuhan ratusan dapur MBG. Menurut Cucup, UMKM juga memiliki tanggung jawab moral yang bukan hanya sekadar entitas bisnis melainkan UMKM merupakan penjaga kestabilan sosial, penyangga ekonomi keluarga, dan penggerak ekonomi lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









