Akurat

Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Lewat IndoBuildTech & GAFA 2025

Dedi Hidayat | 10 November 2025, 07:26 WIB
Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Lewat IndoBuildTech & GAFA 2025

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri melalui penyelenggaraan IndoBuildTech Expo Part 2 dan Glasstech Asia – Fenestration Asia (GAFA) 2025, yang menjadi ajang penting bagi inovasi dan pengembangan industri bahan bangunan serta teknologi kaca nasional.

Kolaborasi dua pameran berskala internasional ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Debindo Global Expo dan Messe München International (MMI) Asia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ajang ini dinilai menjadi sarana strategis bagi industri dalam negeri untuk memperluas jejaring bisnis, memperkenalkan produk unggulan, serta meningkatkan partisipasi Indonesia dalam rantai pasok global.

Baca Juga: Isu PHK Karyawan Ban Michelin di Cikarang, Kemenperin Kumpulkan Data Lengkap

“Hadirnya IndoBuildTech dan GAFA 2025 secara bersamaan merupakan momentum penting bagi industri konstruksi, arsitektur, dan manufaktur nasional. Pameran yang diikuti lebih dari 400 merek nasional dan internasional dari 11 negara ini menjadi bukti kuatnya minat dan kepercayaan terhadap potensi industri Indonesia,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta dikutip dari laman Kemenperin, Senin (10/11/2025).

Sebagai bagian dari visi menuju Indonesia maju, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada periode 2025–2029. Dalam strategi tersebut, sektor industri manufaktur diharapkan memberikan kontribusi 21,9% terhadap PDB nasional.

Menurut data Kemenperin, pada kuartal II tahun 2025, sektor industri pengolahan nonmigas masih menjadi kontributor utama terhadap PDB dengan capaian 18,52% dan pertumbuhan 5,60%. Dari angka tersebut, sektor ILMATE berkontribusi sebesar 24,75% terhadap industri pengolahan nonmigas, dengan pertumbuhan 5,19%.

“Capaian ini memperlihatkan peran penting sektor ILMATE dalam memperkuat struktur industri nasional dan menopang pertumbuhan ekonomi,” jelas Setia.

Kemenperin memandang kegiatan seperti IndoBuildTech dan GAFA berperan penting dalam membuka peluang kerja sama industri, memperluas akses pasar, serta mempercepat transfer teknologi. Kemenperin turut berpartisipasi melalui Paviliun Kemenperin yang menampilkan berbagai industri binaan ILMATE, antara lain industri baja, aluminium, dan peralatan dapur.

Kehadiran paviliun ini menjadi upaya mempromosikan kemampuan industri nasional serta mendukung arah pembangunan infrastruktur dan program industrialisasi di Indonesia. “Dengan partisipasi ini diharapkan industri dalam negeri dapat menunjukkan kemampuan dan ketahanan untuk menghasilkan produk berdaya saing,” ungkap Setia.

Kemenperin juga menyambut baik tema dan semangat yang diusung GAFA 2025 yang berfokus pada inovasi teknologi kaca dan fasad berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan industri hijau dan penguatan industrialisasi berbasis inovasi.

“Saya berharap penyelenggaraan IndoBuildTech & GAFA 2025 ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan industri nasional, mendorong investasi, dan membuka peluang ekspor bagi produk-produk Indonesia yang berdaya saing,” tutur Setia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.