Produksi Padi Naik, Nilai Tukar Petani Tembus 124,33 di Oktober

AKURAT.CO Lonjakan produksi padi nasional pada 2025 membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2025 mencapai 124,33, menandakan peningkatan daya beli petani di tengah turunnya harga beras di pasar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan bahwa indeks harga yang diterima petani juga naik tipis 0,06 persen menjadi 155,13, yang menunjukkan petani masih mendapatkan keuntungan meski harga di tingkat konsumen melemah.
“Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 60,34 juta ton atau naik 13,55 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Pudji di Jakarta, Senin (4/11/2025).
Baca Juga: BPS: Inflasi Oktober Jadi Pola Musiman, Tertinggi Terjadi di 2025
Kenaikan ini didorong oleh meluasnya area panen hingga 11,35 juta hektare, serta dukungan cuaca yang relatif baik di awal tahun.
Tiga provinsi penghasil padi utama Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah tetap menjadi tulang punggung produksi nasional.
Menurut BPS, dengan peningkatan produksi tersebut, potensi pasokan beras domestik dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga akhir tahun.
Kondisi ini juga turut berkontribusi pada deflasi harga beras sebesar 0,27% pada Oktober 2025.
Kenaikan NTP menandakan sektor pertanian mulai pulih secara struktural setelah dua tahun terakhir terdampak fluktuasi harga pupuk dan biaya produksi.
Oleh karena itu ,pemerintah diharapkan terus memperkuat akses petani terhadap pupuk bersubsidi, sarana produksi, serta infrastruktur pertanian agar tren positif ini berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









