PLN EPI dan Farmindo Multi Dimensi Teken MoU Kelola Limbah Jadi Energi Bersih

AKURAT.CO PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), subholding PLN yang bertanggung jawab terhadap pasokan energi primer nasional, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Farmindo Multi Dimensi untuk mengembangkan kerja sama pengelolaan limbah menjadi sumber energi baru dan terbarukan.
Penandatanganan ini menjadi langkah strategis PLN EPI dalam memperkuat ekosistem bioenergi dan biomassa di Indonesia, sekaligus mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060.
Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia, Rakhmad Dewanto, menyampaikan bahwa pengembangan biomassa merupakan bagian penting dari strategi dekarbonisasi PLN Group. Langkah ini juga menjadi kontribusi PLN terhadap target Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan Net Zero Emission 2050.
“Potensi bioenergi Indonesia sangat besar, baik dari limbah pertanian, limbah industri, maupun tanaman energi. Jika dikelola optimal, limbah yang selama ini tidak bernilai dapat menjadi sumber energi sekaligus mengurangi emisi,” kata Rakhmad dikutip, Minggu (26/10/2025).
Baca Juga: PLN EPI dan Sumber Daya Bumi Nusantara Kerja Sama Pasokan Biomassa untuk PLTU
Rakhmad menjelaskan, saat ini PLN telah menerapkan cofiring biomassa di 52 unit PLTU dengan target pemanfaatan hingga 10 juta ton biomassa di tahun 2030.
Selain itu, PLN juga tengah mengembangkan pembangkit biomassa, pembangkit berbasis sampah, dan biogas dengan total kapasitas hampir 1 Gigawatt (GW).
“Kami suplai batubara sekitar 100 juta ton per tahun dan gas hampir 1.400 juta kaki kubik per hari. Kini, Kami mulai mendorong bioenergi sebagai sumber pasokan baru yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bioenergi PLN EPI Hokkop Situngkir menegaskan bahwa kerja sama dengan Farmindo Multi Dimensi merupakan bagian dari inisiatif PLN untuk memperkuat sektor energi hijau.
Dirinya memaparkan bahwa penggantian 10 juta ton batubara dengan biomassa berpotensi mengurangi sekitar 10 juta ton emisi karbon ekuivalen. Menurutnya, kontribusi tersebut sangat signifikan bagi pencapaian komitmen iklim Indonesia.
“Kami berharap MoU ini tidak berhenti di atas kertas. Ke depan akan ada tahapan due diligence dan pengembangan fasilitas produksi bersama. Ini bukan hanya untuk PLN, tetapi juga untuk menjawab tantangan nasional pengelolaan sampah dan emisi,” tutur Hokkop.
Sementara itu, Direktur Utama PT Farmindo Multi Dimensi, Lim Dixon, menyampaikan apresiasi dan optimismenya atas kerja sama strategis ini.
Lim pun menegaskan bahwa kolaborasi dengan PLN EPI bukan sekadar proyek bisnis, tetapi wujud tanggung jawab bersama untuk bangsa.
“Kalau kami nanti menjadi mitra PLN EPI, kami akan bekerja maksimal, bukan hanya untuk PLN EPI, tapi untuk NKRI. Semoga setelah MOU ini, kerja sama bisa segera berlanjut ke tahap implementasi yang nyata,” tegas Lim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










