Booth CEPA-FTA Business Lounge Ramai Dipadati Pelaku Usaha

AKURAT.CO Antrean panjang terlihat sejak pagi di depan pintu kaca Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang.
Ribuan pengunjung memadati Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, pameran dagang terbesar di tanah air yang menampilkan beragam produk unggulan dari seluruh penjuru nusantara.
Namun, di tengah gegap gempita stan pameran, ada satu titik yang menjadi magnet para pelaku usaha, yakni stan CEPA-FTA Business Lounge.
Berada di depan Hall 6 ICE BSD dan beroperasi pada 15–19 Oktober 2025 pukul 10.00–19.00 WIB, stan ini menjadi pusat konsultasi dan edukasi ekspor bagi para pelaku usaha.
Di sinilah mereka belajar cara memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas (FTA/CEPA/PTA) untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara.
Baca Juga: Indonesia-Uni Eropa Rampungkan Substansi I-EU CEPA, Implementasi Ditargetkan 2027
Menurut data panitia, hingga hari ketiga pelaksanaan, sebanyak 235 pelaku usaha telah mengikuti sesi konsultasi di CEPA-FTA Business Lounge.
Mereka datang dari beragam sektor, mulai dari pertanian, makanan dan minuman, manufaktur, fesyen, jasa, hingga furnitur. Sektor pertanian menjadi yang paling dominan, yakni 34% dari total peserta konsultasi.
Suasana di dalam lounge terasa hidup dan bersahabat. Para peserta tampak antusias menyimak penjelasan dari tim konsultan FTA yang siap membantu dengan pelayanan ramah.
Sesekali tawa ringan terdengar di sela-sela diskusi. Ada yang datang bersama rekan bisnis, ada pula yang sibuk mencatat setiap informasi penting untuk memperkuat strategi ekspor mereka.
Menariknya, sekitar 59% peserta yang datang ke lounge mengaku belum pernah mengekspor produknya. Bahkan, hampir 55 persen di antaranya baru pertama kali mendengar konsep FTA atau CEPA.
Meski begitu, justru dari sinilah semangat baru tumbuh. Banyak pelaku usaha mulai melihat peluang untuk membawa produk Indonesia menembus batas negara.
Salah satu kisah inspiratif datang dari pendiri PT Chateda Toys, Andi Chandra Meutia, produsen mainan edukatif buatan lokal.
Selama dua dekade, Andi telah mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan anak melalui mainan yang tak hanya menghibur, tapi juga mengasah kemampuan berpikir dan kreativitas anak.
Kini, ia membawa misi baru yaitu mengenalkan karya anak bangsa ke panggung global. Bagi Andi, kunjungannya ke CEPA-FTA Business Lounge menjadi titik terang dalam perjalanan bisnisnya.
Dirinya mengaku sudah lama bermimpi mengekspor produknya, tetapi tidak tahu harus memulai dari mana. Melalui sesi konsultasi di lounge, ia akhirnya memahami peta jalan ekspor dengan jelas.
“Kami dibantu memahami negara mana saja yang membuka peluang ekspor untuk produk kami. Ternyata ada pasar yang cukup potensial di Uni Emirat Arab dan kawasan Afrika. Kami diarahkan untuk menyiapkan company profile serta dokumen-dokumen yang dibutuhkan,” tutur Andi di Tangerang, Minggu (19/10/2025).
Dirinya juga mengapresiasi layanan FTA Support Center yang sigap memberikan pendampingan lanjutan.
“Alhamdulillah, pelayanannya sangat ramah dan informatif. Kami merasa lebih percaya diri untuk memulai ekspor,” ujarnya dengan senyum optimistis.
Kisah Andi hanyalah satu dari ratusan cerita serupa yang lahir dari CEPA-FTA Business Lounge di TEI 2025. Di ruang sederhana itu, para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) mendapatkan panduan, jaringan, dan kepercayaan diri baru untuk melangkah ke pasar global.
Di sinilah mimpi-mimpi besar tentang ekonomi Indonesia yang berdaya saing di dunia mulai menemukan jalannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










