Ubah Mekanisme Lobi, ESDM Optimis BBM di SPBU Swasta Bakal Terisi Akhir Oktober

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan adanya potensi stok BBM di SPBU swasta akan kembali tersedia pada akhir Oktober.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan bahwa pihaknya akan merubah proses negosiasi antara Pertamina dengan badan usaha swasta pengelola SPBU.
Mekanisme baru ini, kata Laode merupakan hasil evaluasi dari proses lelang sebelumnya yang dianggap kurang efektif karena menggabungkan beberapa peserta dalam satu sistem lelang.
“Jadi terakhir kan kemarin lelang. Lelang itu basisnya menggunakan seluruh yang mengusulkan lelang satu kali. Nah sekarang sedang dirubah mekanismenya,” kata Laode dikutip, Kamis (16/10/2025).
Baca Juga: ESDM: Baru Empat Perusahaan Tambang Penuhi Kewajiban Reklamasi
Laode menambahkan, ke depan setiap badan usaha swasta akan berkomitmen langsung dengan Pertamina melalui pendekatan individual, bukan lagi dikumpulkan dalam satu proses lelang bersama.
Menurut Laode, perubahan ini dilakukan karena dalam proses sebelumnya terdapat ketidakefisienan, di mana beberapa peserta lelang tidak dapat melanjutkan proses secara bersamaan.
“Karena ternyata begitu digabung tuh tiga masuk satu udah lolos, satunya mundur. Nah ini proses lelang ini kan gak bisa terpecah-pecah. Harus menyatu terus. Makanya sekarang dirubah,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai optimisme pasokan BBM di SPBU swasta bakal kembali terisi di akhir Oktober, Laode menyampaikan hasil konkret dari mekanisme baru tersebut ditargetkan dapat diketahui pada Jumat pekan ini.
Baca Juga: ESDM Pastikan Proyek Panas Bumi Tak Sentuh Kawasan Gunung Lawu
“Mungkin Jumat insyaallah itu sudah ada hasil yang lebih konkret. Saya Jumat ini lebih optimistis (akhir Oktober pasokan di SPBU swasta kembali terisi),” tutur Laode.
Kesepakatan Sempat Batal
Diberitakan sebelumnya, Kesepakatan antara Pertamina Patra Niaga (PPN) dan badan usaha swasta pengelola SPBU terkait dengan penambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) batal terealisasi.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar menjelaskan salah satu alasan tidak jadinya SPBU swasta mengambil BBM hasil impor Pertamina dikarenakan konten etanol yang melekat dalam base fuel yang didatangkan Pertamina.
Dari 100 ribu barel BBM yang diangkut Pertamina lewast MT Sakura, terdapat kandungan 3,5% etanol setelah diperiksa di laboratorium.
Padahal, Achmad menilai kandungan etanol bukanlah suatu hal yang layak menjadi alasan bagi SPBU swasta enggan menyerap base fuel dari PT Pertamina Patra Niaga.
“Nah ini yang membuat kondisi teman-teman SPBU swasta untuk tidak melanjutkan pembelian karena ada konten etanol tersebut. Dimana konten itu sebetulnya masih masuk ambang yang diperkenankan oleh pemerintah,” kata Achmad saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (1/10/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









