Akurat

Eks Kepala Bapanas Siap Mengabdi Lagi Jika Dipanggil Presiden

Dedi Hidayat | 13 Oktober 2025, 16:48 WIB
Eks Kepala Bapanas Siap Mengabdi Lagi Jika Dipanggil Presiden

AKURAT.CO Mantan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa usai menyelesaikan masa tugasnya, dirinya akan fokus terlebih dahulu pada keluarga.

Meski begitu, dirinya siap jika kembali dibutuhkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membantu kinerja kabinetnya. Saat ditemui pasca serah terima jabatan, Arief mengatakan keluarga akan menjadi prioritas utama. Apalagi istrinya tengah menempuh pendidikan di Korea Selatan.

Sementara itu, Arief menyebut anak-anaknya juga membutuhkan perhatian lebih setelah dirinya bertahun-tahun aktif dalam tugas pemerintahan.

“Hari ini fokusnya di saya mau sama istri saya dulu Istri saya masih sekola, sedang menjalani sekolah di Korea. Kemudian anak-anak saya juga Pasti perlu saya dulu,” kata Arief di Kantor Bapanas, Senin (13/10/2025).

Baca Juga: Ini Arahan Presiden Prabowo ke Mentan Sekaligus Kepala Baru Bapanas

Meski demikian, Arief menegaskan bahwa dirinya tetap siap jika sewaktu-waktu mendapat amanah atau perintah dari Presiden untuk kembali mengabdi kepada negara.

“Dalam beberapa waktu ini (saya akan fokus ke keluarga) kecuali memang ada perintah dari Pak Presiden, kita ikut Perintah Presiden ya,” tutur Arief.

Diberitakan sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto, secara resmi memberhentikan dengan hormat Arief Prasetyo Adi dari jabatannya sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). 

Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Pangan Nasional, yang ditandatangani Presiden Prabowo pada 9 Oktober 2025.

"Memberhentikan dengan hormat Arief Prasetyo Adi sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut," demikian bunyi poin satu putusan Keppres itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.