Perkuat UMKM, RI Kerja Sama Dagang dengan Afrika Selatan
Hefriday | 12 Oktober 2025, 16:22 WIB

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Kompetisi Republik Afrika Selatan (Afsel) Zuko Godlimpi di Gqeberha, Afrika Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah langkah konkret untuk memperkuat kerja sama perdagangan serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Budi menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan momentum penting dalam memperdalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan Afrika Selatan.
Menurutnya, kemitraan strategis ini menjadi bagian dari kerja sama Selatan-Selatan yang menekankan solidaritas ekonomi antarnegara berkembang.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis Selatan-Selatan,” ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (12/10/2025).
Baca Juga: Mendag Bicara 3 Jurus Atasi Deindustrialisasi di Forum G20
Dalam pembahasan tersebut, kedua negara sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama baru di berbagai sektor, terutama perdagangan dan UMKM.
Dalam pembahasan tersebut, kedua negara sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama baru di berbagai sektor, terutama perdagangan dan UMKM.
Menurut Budi, sektor UMKM memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di kedua negara, sekaligus menjadi penggerak utama lapangan kerja dan inovasi.
Mendag juga menegaskan bahwa Afrika Selatan merupakan mitra dagang strategis Indonesia di kawasan Benua Afrika.
Mendag juga menegaskan bahwa Afrika Selatan merupakan mitra dagang strategis Indonesia di kawasan Benua Afrika.
Dirinya berharap kerja sama yang lebih erat dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit, karet, kendaraan bermotor, serta berbagai produk industri lainnya.
“Sinergi ini akan membuka peluang besar bagi pelaku usaha kedua negara,” ucap Budi.
Dalam kesempatan itu, Budi juga membahas rencana revitalisasi Joint Trade Committee (JTC) Indonesia–Afrika Selatan. Forum JTC yang dibentuk sejak 2005 tersebut berfungsi sebagai wadah pertukaran informasi dan penjajakan peluang kerja sama perdagangan antara kedua negara.
Dalam kesempatan itu, Budi juga membahas rencana revitalisasi Joint Trade Committee (JTC) Indonesia–Afrika Selatan. Forum JTC yang dibentuk sejak 2005 tersebut berfungsi sebagai wadah pertukaran informasi dan penjajakan peluang kerja sama perdagangan antara kedua negara.
Menurut Budi, sudah saatnya forum ini diaktifkan kembali untuk menjawab tantangan perdagangan global yang terus berkembang.
“Forum JTC merupakan wadah penting untuk membahas peluang dan tantangan perdagangan bilateral. Kami berharap JTC ke-4 dapat segera digelar agar kerja sama ekonomi Indonesia–Afrika Selatan semakin konkret,” ujarnya.
“Forum JTC merupakan wadah penting untuk membahas peluang dan tantangan perdagangan bilateral. Kami berharap JTC ke-4 dapat segera digelar agar kerja sama ekonomi Indonesia–Afrika Selatan semakin konkret,” ujarnya.
Diketahui, pertemuan terakhir JTC atau JTC ke-3 telah diselenggarakan di Pretoria, Afrika Selatan, pada 2017.
Budi mengusulkan agar JTC ke-4 dapat dilaksanakan di Indonesia dalam waktu dekat. Dalam pertemuan tersebut, diharapkan akan dibahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan industri.
Budi mengusulkan agar JTC ke-4 dapat dilaksanakan di Indonesia dalam waktu dekat. Dalam pertemuan tersebut, diharapkan akan dibahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan industri.
Selain itu, forum itu juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyusun agenda ekonomi bersama yang lebih terarah dan berkesinambungan.
Tidak hanya itu, Indonesia juga mengusulkan agar kedua negara menjajaki potensi perundingan perjanjian perdagangan secara bertahap.
Tidak hanya itu, Indonesia juga mengusulkan agar kedua negara menjajaki potensi perundingan perjanjian perdagangan secara bertahap.
Sementara pihak Afrika Selatan menyambut baik usulan tersebut dan meminta Indonesia segera mengirimkan proposal pembentukan kerangka kerja sama yang lebih spesifik.
Langkah ini dinilai akan menjadi dasar penting untuk memperkuat kemitraan ekonomi jangka panjang.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, sepanjang Januari hingga Agustus 2025, total perdagangan antara Indonesia dan Afrika Selatan mencapai USD1,42 miliar.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, sepanjang Januari hingga Agustus 2025, total perdagangan antara Indonesia dan Afrika Selatan mencapai USD1,42 miliar.
Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD690,60 juta, sementara impor mencapai USD732,10 juta. Angka tersebut menunjukkan hubungan dagang yang relatif seimbang dengan potensi peningkatan di masa mendatang.
Sementara pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai USD2,41 miliar, naik 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ekspor Indonesia sebesar USD790,40 juta, sedangkan impor dari Afrika Selatan mencapai USD1,62 miliar.
Sementara pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai USD2,41 miliar, naik 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ekspor Indonesia sebesar USD790,40 juta, sedangkan impor dari Afrika Selatan mencapai USD1,62 miliar.
Produk utama ekspor Indonesia meliputi minyak kelapa sawit dan turunannya, buldoser, mobil penumpang, kopra, serta karet alam.
Adapun produk impor utama dari Afrika Selatan terdiri dari paduan aloi, bijih kromium, bijih mangan, aluminium mentah, dan gula tebu atau sukrosa murni.
Adapun produk impor utama dari Afrika Selatan terdiri dari paduan aloi, bijih kromium, bijih mangan, aluminium mentah, dan gula tebu atau sukrosa murni.
Melalui penguatan kerja sama ini, diharapkan kedua negara dapat memperluas diversifikasi produk serta menciptakan rantai pasok yang saling menguntungkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










