Akurat

Purbaya Sebut Pertumbuhan Ekonomi Lebih Cepat Kunci Entaskan Lapangan Kerja Informal

Hefriday | 8 Oktober 2025, 16:49 WIB
Purbaya Sebut Pertumbuhan Ekonomi Lebih Cepat Kunci Entaskan Lapangan Kerja Informal

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan strategi fiskal baru untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan berkualitas, terutama dalam mengatasi meningkatnya jumlah pekerja informal di Indonesia.

Strategi ini menjadi bagian dari arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo yang menekankan percepatan pemerataan dan penyerapan tenaga kerja.

Dalam pertemuan dengan awak media, Purbaya menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat akan menjadi kunci dalam menurunkan angka pekerja sektor informal, terutama dari kalangan generasi muda (Gen Z).

“Kalau kita ciptakan growth yang lebih cepat, nanti yang informal-informal itu pelan-pelan akan berkurang,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Berdasarkan laporan terbaru Bank Dunia, jumlah pekerja gig economy atau sektor informal di Indonesia terus meningkat, terutama akibat lambatnya pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Tol Bogor–Serpong Perkuat Konektivitas Jabodetabek dan Pertumbuhan Ekonomi

Kondisi ini menekan daya beli masyarakat sekaligus memperbesar kesenjangan pendapatan.

Pemerintah, kata Purbaya, kini berupaya mengubah pendekatan fiskal dengan lebih menekankan pada efisiensi belanja dan percepatan sirkulasi uang negara.

Ia menjelaskan bahwa dana pemerintah yang selama ini mengendap di Bank Indonesia sekitar Rp270 triliun, akan dioptimalkan agar bisa segera berputar di sektor riil.

“Kalau saya keluarkan 100 triliun per bulan, itu sudah cukup untuk menggerakkan ekonomi,” katanya.

Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat likuiditas di sektor perbankan nasional. Beberapa bank BUMN seperti BRI dan Mandiri disebut sudah menyatakan kesiapan untuk menerima tambahan dana pemerintah guna memperluas pembiayaan produktif.

“Saya akan cek kesiapan mereka. Kalau siap, dana bisa segera masuk untuk mempercepat penyaluran kredit,” jelas Purbaya.

Dengan strategi baru ini, pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada konsumsi, tetapi juga didorong oleh ekspansi investasi dan sektor produktif lainnya.

Purbaya menilai perubahan arah kebijakan fiskal harus mampu menciptakan efek berganda, mulai dari peningkatan daya beli, penyerapan tenaga kerja, hingga penguatan sektor informal menjadi formal.

Selain itu, ia optimistis ekonomi Indonesia masih berada di jalur pemulihan yang positif. Meski Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 di bawah 5%, Purbaya menilai proyeksi tersebut terlalu konservatif.

“Kita dua kuartal terakhir tumbuh 5 persen. Kuartal keempat saya yakin bisa di atas 5,5 persen,” ujarnya optimistis.

Pengamat ekonomi menilai strategi ini menandai pergeseran paradigma dalam kebijakan fiskal Indonesia. Pemerintah tidak hanya berfokus pada defisit dan utang, tetapi juga pada efektivitas penyaluran anggaran untuk mendukung produktivitas ekonomi dan tenaga kerja.

Meski demikian, tantangan ke depan tetap besar. Pemerintah harus memastikan agar perputaran dana besar di sektor perbankan tidak menimbulkan risiko inflasi atau ketidakseimbangan likuiditas.

Purbaya menegaskan, koordinasi dengan Bank Indonesia akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa