Negosiasi Ulang, Pertamina Temui SPBU Swasta Sore Ini

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Migas bakal melakukan pertemuan dengan PT Pertamina (Persero) dan bahan usaha swasta pengelola SPBU untuk membahas kesepakatan pembelian bahan bakar minyak (BBM).
Adapun, kesepakatan antara Pertamina dengan SPBU swasta belum terlaksana setelah adanya beberapa hal yang tidak terpenuhi, salah satunya karena BBM yang disediakan Pertamina mengandung etanol 3,5%.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan pertemuan dengan badan usaha swasta akan dilakukan sore hari ini.
“Pertemuan di kantor migas jam 15.30. Ya, kita kan targetnya kemarin negosiasi itu biar bisa terimplementasi,” kata Laode di Kementerian ESDM, Jumat (3/10/2025).
Laode menuturkan, pembahasan secara business to business (B2B) sudah dilakukan antara badan usaha swasta dengan Pertamina. Bahkan, pembicaraan intens sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir, namun belum ada keputusan final yang mengikat.
Baca Juga: Dipakai Secara Global, Kementerian ESDM: BBM Shell di AS Mengandung Etanol
“Pertamina sama badan usaha swasta sudah melakukan pembicaraan lagi sejak beberapa hari yang lalu, tapi hasil pembicaraannya saya kan belum tahu. Makanya kita undang rapat,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Kesepakatan antara Pertamina Patra Niaga (PPN) dan PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) terkait dengan penambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) batal terealisasi.
Adapun, Vivo diketahui pada Jumat (26/9/2025) setuju untuk membeli BBM lewat Pertamina setelah terjadi kekosongan di SPBU milik mereka. Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar membenarkan adanya kesepakatan yang tidak dilanjutkan oleh pihaknya dan Vivo.
“Vivo membatalkan untuk melanjutkan (kesepakatan). Setelah setuju 40.000 barel, akhirnya tidak disepakati,” kata Achmad saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (1/10/2025).
Selain Vivo, Achmad menyebut pihaknya juga tidak mendapatkan titik temu terkait penyerapan BBM dengan PT Aneka Petroindo Raya (APR), atau joint venture antara Bp dan PT AKR Corporindo.
Achmad melanjut, salah satu alasan tidak jadinya SPBU swasta mengambil BBM hasil impor Pertamina dikarenakan konten etanol yang melekat dalam base fuel yang didatangkan Pertamina.
Dari 100 ribu barel BBM yang diangkut Pertamina lewast MT Sakura, terdapat kandungan 3,5% etanol setelah diperiksa di laboratorium. Padahal, Achmad menilai kandungan etanol bukanlah suatu hal yang layak menjadi alasan bagi SPBU swasta enggan menyerap base fuel dari PT Pertamina Patra Niaga.
“Nah ini yang membuat kondisi teman-teman SPBU swasta untuk tidak melanjutkan pembelian karena ada konten etanol tersebut. Dimana konten itu sebetulnya masih masuk ambang yang diperkenankan oleh pemerintah,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










