Kemnaker Tegaskan Rekrutmen Harus Objektif dan Bebas Diskriminasi

AKURAT.CO Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan kembali pentingnya praktik rekrutmen tenaga kerja yang adil, objektif, dan bebas dari diskriminasi di seluruh perusahaan.
Langkah ini dilakukan menyusul masih ditemukannya syarat-syarat yang dinilai tidak relevan dengan kompetensi kerja dalam proses penerimaan calon pegawai.
Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, mengatakan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pekerjaan yang layak tanpa terkendala persyaratan yang tidak berdasar.
Dirinya menyoroti praktik sejumlah perusahaan yang masih meminta calon pekerja memenuhi syarat seperti tinggi dan berat badan tertentu, hingga permintaan swafoto dengan kartu identitas.
Baca Juga: Syarat dan Cara Daftar Program Magang Kemnaker 2025, Lengkap dengan Jadwal Resmi
“Pada prinsipnya, setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Karena itu, proses rekrutmen harus objektif, adil, dan tidak diskriminatif,” ujar Sunardi di Jakarta, Kamis.
Sebagai langkah konkret, Kemnaker telah menerbitkan Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/V/2025 yang mengatur praktik rekrutmen berbasis kompetensi.
Melalui surat edaran tersebut, pemberi kerja dilarang meminta persyaratan yang tidak berkaitan langsung dengan pekerjaan atau kualifikasi yang dibutuhkan.
Sunardi mencontohkan, kriteria seperti usia hanya diperbolehkan jika benar-benar relevan dengan karakteristik pekerjaan yang dapat memengaruhi kinerja seseorang.
Namun, aturan itu tetap tidak boleh membatasi kesempatan warga negara untuk mendapatkan pekerjaan, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga: Cara Membuat Akun Siap Kerja Kemnaker untuk Ikut Job Fair Mudah dan Gratis
“Kami ingin memastikan semua pihak, termasuk BUMN, menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan nondiskriminatif dalam proses rekrutmen,” katanya.
Kemnaker berharap dengan penegasan ini, dunia kerja Indonesia dapat menjadi ruang yang lebih adil dan kompetitif.
Selain itu, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat mendukung pembangunan nasional melalui peningkatan kualitas tenaga kerja yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya
- 10Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa







