Akurat

Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Kerja dengan Kebutuhan Dunia Industri

Andi Syafriadi | 20 Oktober 2025, 14:50 WIB
Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Kerja dengan Kebutuhan Dunia Industri

AKURAT.CO Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor menegaskan bahwa pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri atau Tailor Made Training (TMT) merupakan langkah konkret Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam memastikan keselarasan antara pelatihan tenaga kerja dan kebutuhan dunia industri.

Menurutnya, pendekatan ini menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tugas kita sekarang adalah menyinkronkan agar pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri. Apa yang dibutuhkan industri di situ, itulah yang akan kita latih,” ujar Afriansyah di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Wamenaker yang akrab disapa Ferry itu menjelaskan, pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dapat memperkecil kesenjangan keterampilan (skill gap) antara tenaga kerja dan industri. Dengan begitu, lulusan pelatihan akan lebih mudah terserap di dunia kerja dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Baca Juga: Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Magang Nasional 2025, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya di Sini!

“Kesesuaian antara pelatihan dan kebutuhan industri sangat penting. Dengan menyesuaikan materi pelatihan dengan keterampilan yang dibutuhkan industri, lulusan dapat lebih cepat terserap di dunia kerja sekaligus mendukung pengembangan sektor industri setempat,” tegasnya.

Salah satu contoh penerapan nyata dari kebijakan tersebut, kata Ferry, adalah pengembangan pelatihan yang mendukung sektor peternakan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Kemnaker dalam memperkuat sinergi antara pelatihan kerja dan kebutuhan sektor strategis di daerah.

Menurutnya, pengembangan sektor peternakan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas ekonomi, tetapi juga merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Di Langkat banyak industri peternakan yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Kami berharap dengan tumbuhnya industri peternakan, penyerapan tenaga kerja di daerah ini bisa maksimal,” ujar Ferry.

Dirinya menambahkan, sektor peternakan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pilar utama ekonomi lokal. Dengan dukungan pelatihan kerja yang tepat, tenaga kerja di daerah dapat meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan kesejahteraannya secara berkelanjutan.

“Potensi usaha peternakan di Langkat luar biasa. Di tengah dorongan Presiden Prabowo untuk menggalakkan ketahanan pangan, sektor ini bisa menjadi pondasi kuat bagi ketersediaan pangan nasional,” kata Ferry.

Baca Juga: Masih Dibuka! Ini Cara Daftar dan Syarat Ikut Progam Magang Kemnaker 2025, Gaji Setara UMP

Selain berfokus pada pelatihan teknis, Kemnaker juga berkomitmen memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah, pelaku industri, dan lembaga pelatihan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelatihan yang produktif, adaptif terhadap kebutuhan industri, dan berorientasi pada hasil nyata.

Afriansyah menegaskan, keberhasilan program pelatihan berbasis kebutuhan industri tidak hanya akan meningkatkan serapan tenaga kerja, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi nasional.

“Jika pelatihan kerja selaras dengan kebutuhan industri, maka produktivitas meningkat, investasi tumbuh, dan ekonomi daerah ikut bergerak. Itulah esensi pembangunan ketenagakerjaan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi